JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kades Positif Covid-19, Semua Warga Tegaldowo Gemolong Yang Kontak Erat Setelah Tanggal 20 Juli Diminta Segera Lapor dan Isolasi Mandiri!

Ilustrasi positif virus corona atau Covid-19. Pixabay
Ilustrasi positif virus corona atau Covid-19. Pixabay

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen meminta masyarakat di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong untuk melapor apabila pernah kontak dengan Kadesnya selama kurun tanggal 20 Juli hingga 1 Agustus 2020.

Mereka yang pernah kontak erat dengan Kades Sutiyo (57) dalam waktu itu, juga diminta melakukan isolasi mandiri. Hal itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

“Kami mengimbau kepada warga dan siapa pun di Tegaldowo, apabila sudah ada kontak erat dengan kades atau perangkat lain untuk segera bisa isolasi mandiri. Tapi kalau ada gejala demam, batuk dan keluhan lainnya, segera melapor dan periksa ke Puskesmas,” paparnya.

Baca Juga :  Bikin Miris, Berikut Daftar 19 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Ada 6 Orang asal Mondokan dan 7 Orang dari Sidoharjo

Sekda Sragen itu juga meminta warga tak panik atau resah. Namun dengan kasus itu, diharapkan semua lebih meningkatkan kewaspadaan serta menaati protokol kesehatan.

“Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumunan. Tingkatkan PHBS juga,” tandasnya.

Sementara, Camat Gemolong Kurniawan Sukowati menyampaikan memang saat ini pelayanan di Balai Desa Tegaldowo dihentikan.

Pasalnya, para perangkat baru saja menjalani tes Covid-19 dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil dari laboratorium.

”Karena semua perangkatnya isolasi mandiri, secara otomatis untuk sementara kantor desa tidak melaksanakan aktivitas pelayanan. Untuk jangka waktunya sampai kapan, nanti kita kordinasi dengan gugus tugas setelah hasil test para perangkat keluar,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Tolak Dugaan Langgar Kode Etik, Begini Sanggahan Mereka

Menurutnya, layanan administrasi desa bakal dibackup oleh kecamatan. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan administrasi masyarakat tetap berjalan.

”Untuk kebutuhan yang mendesak dan penting kami backup, tapi yang sekiranya bisa ditunda harap menunggu sampai kantor desa kembali dibuka,” ujarnya.

Penutupan layanan dikarenakan Kades Tegaldowo, Sutiyo dinyatakan positif terpapar covid-19. Dia saat ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo. Dampaknya, balai desa dilockdown selama 10 hari ke depan dan semua perangkat desanya dilakukan swab serta isolasi mandiri. Wardoyo