
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam menangani siswa yang mengalami krisis psikologis dan trauma.
Pelatihan yang berlangsung secara hybrid di SMKN 2 Wonogiri dan melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8/2026) tersebut melibatkan guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut juga diikuti guru BK dan mahasiswa dari Indonesia serta Malaysia.
Pelatihan dilatarbelakangi pentingnya kesiapan guru BK dalam merespons berbagai persoalan psikologis yang dialami siswa, mulai dari tekanan akademik, konflik keluarga, masalah hubungan dengan teman sebaya, hingga pengalaman traumatis yang dapat memengaruhi kondisi emosional dan aktivitas belajar mereka.
Dalam situasi tersebut, guru BK memiliki peran penting untuk memberikan dukungan psikologis awal secara tepat dan aman, sekaligus mengenali kebutuhan siswa yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan yang diketuai Dr. Agus Tri Susilo, M.Pd. tersebut menghadirkan dua pemateri dari perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.

Prof. Madya Dr. Zaida Nor Zainuddin dari Universiti Putra Malaysia menyampaikan materi mengenai Psychological First Aid dalam penanganan krisis dan trauma. Sementara itu, Dr. Arif Taufiq Dani Abdillah dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memaparkan penerapan PFA dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Kedua materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai prinsip-prinsip pertolongan psikologis awal serta penerapannya dalam mendampingi siswa yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Salah satu peserta, Giri Isna, S.Pd., mengatakan, pelatihan tersebut membantu guru BK mengembangkan kompetensi dalam memberikan layanan kepada siswa di sekolah.
“Melalui pelatihan ini, guru BK dapat terus mengembangkan kompetensinya melalui peningkatan kompetensi pertolongan pertama dalam menangani siswa di sekolah,” ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, guru BK diharapkan semakin siap memberikan dukungan psikologis awal kepada siswa yang mengalami krisis maupun trauma. Selain itu, guru BK diharapkan mampu mengenali kondisi yang membutuhkan bantuan lanjutan sehingga siswa dapat memperoleh penanganan sesuai dengan kebutuhannya.
Di samping itu, kolaborasi antara UNS dan Universiti Putra Malaysia tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Kegiatan itu juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kesehatan dan kesejahteraan, tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














