JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ganjar Cermati Fenomena Letusan Lumpur di Kesongo Blora

Lumpur panas Kesongo di kawasan KPH Randublatung yang terletak di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora meletus, Kamis (27/8/2020). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencermati fenomena meletusnya lumpur panas di kawasan KPH Randublatung, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Ganjar menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar para korban yang kehilangan hewan ternak mendapat bantuan.

“Saat ini pihak BPBD Provinsi Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Blora,” ujar Ganjar, Jumat (28/8/2020).

Pada bagian lain, Kasi Energi Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan Provinsi Jawa Tengah, Sinung Sugeng Arianto, menyebutkan, peristiwa keluarnya lumpur yang terjebak di kerak bumi tersebut mirip denga letusan gunung api.
“Ada bedanya, letusan gunung mengeluarkan lahar atau magma, kalau di Kesongo mengeluarkan lumpur,” ujar dia.

Ia juga menjelaskan, dari pengamatan sementara sejumlah senyawa gas yang dikeluarkan. Diantaranya, Gas Metan, Gas Hydrocarbon, Gas Sulfur, dan Gas Belerang.

Baca Juga :  Bangkitkan Sektor UMKM, Gubernur Ganjar Pranowo Jalin Kerjasama dengan TVRI

“Kami tidak bisa menetukan secara pasti yang mendominasi. Karena tidak membawa gas detector. Cuma mengandalkan indera penciuman,” tuturnya saat ditemui di kantornya.

Dijelaskannya lebih detail, karena lokasi letusan berada jauh dari pemukiman, sehigga gas bisa dinetralisir oleh angin. Sebab, apabila gas sulfur (H2S) dalam kinsentrasi tinggi, maka akan berbahaya bagi penduduk. “Karena gas sulfur sifatnya mencemari dan beracun,” tandasnya.

Dugaan kuat adanya Gas Hydrokarbon, lanjut dia, bisa diketahui dari jenis material yang dimuntahkan. “Jenis batuan sill yang masih berwujud lempung serpih. Sill itu adalah sosrok dari hydrocarbon untuk rembesan minyak,” katanya.

Potensi hyrocarbon tersebut, kata dia, karena merupakan formasi Tuban berada di atas formasi Ngujung dibawah Formasi Tawun. Didalamnya terdapat sedimentasi batuan sill dan ada yang masih berwujud lumpur. Batuan sill sendiri merupakan perubahan dari barang organing zaman dulu.

Baca Juga :  Aksi Kamisan di Semarang Sempat Diwarnai Adu Mulut dan Nyaris Dibubarkan

“Yang berwujud lumpur ini, karena dimendapat tekanan dari gas-gas yang dihasilkan, sehingga terdorong keluar, melalui retakan retakan tanah,” katanya.

Sekedar diketahui, fenomena semburan lumpur panas terjadi di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2020) pagi.

Meletusnya lumpur di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes tersebut bahkan getarannya terasa hingga radius 1km dan tinggi semburan lumpur tersebut mencapai belasan meter.
Kawasan Kesongo sendiri memiliki keunikan fenomena alam berupa hamparan tanah luas yang terkadang muncul semburan lumpur menyerupai fenomena Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Ahmad|Satria Utama