JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Dana BLT Disunat Hingga 60 %, Warga Kalijirak Karanganyar Rame-Rame Berontak. Ada Yang Mengaku Hanya Terima Rp 100.000, Mau Protes Pemotongan KTP Malah Ditahan

Salah satu warga, Sumi, penerima BLT saat mengungkap adanya dugaan pemotongan BLT oleh Pemdes. Foto/Beni
Salah satu warga, Sumi, penerima BLT saat mengungkap adanya dugaan pemotongan BLT oleh Pemdes. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Warga Dusun Gunung Watu, Desa Kalijirak, Tasikmadu, Karanganyar resah karena jatah bantuan sosial Covid 19 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) mereka diduga dipotong oleh pemdes setempat.

Sesuai data dari pendataan pusat jatah BLT sebesar Rp 600.000 namun tragis ternyata dengan berbagai alasan jatah BLT dipotong.

Ada yang mengaku hanya mendapatkan Rp 250.000 itu pun KTP si penerima ditahan oleh pemdes dengan alasan yang tidak masuk akal.

Sumiyati atau Ibu Sumi (50) warga Gunung Watu Rt 01/04 Desa Kalijirak menuturkan perihal modus potongan BLT sepengetahuannya saja sudah ada 5 warga yang dipotong jatahnya.

Yakni Sumi terima Rp 250.000 sebanyak 2 kali, Hadi Samin menerima Rp 300.000 sebanyak 2 kali, Wagini Rp 300.000 sebanyak 2 kali, Yati Rp 300.000 sebanyak 2 kali dan Walidi hanya terima Rp 100.000 saja.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di 9 Provinsi Meroket Tajam, Semua Tempat Hiburan Malam, Karaoke dan Pusat Perbelanjaan Diminta Ditutup!

“Saya nerima BLT utuh Rp 600.000 hanya sekali. Sedang giliran yang kedua dan ketiga KTP saya ditahan Pak Lurah tanpa tahu alasannya sehingga saya tidak bisa cairkan BLT ke Bank Jateng. Saya pasrah akhirnya saya hanya diberi Rp 250.000 selama dua kali,” ujarnya.

Menurut Sumi dirinya menanyakan perihal pemotongan dan penahanan KTP pada Pak Lurah. Namun dikatakan bahwa sisanya Rp 350.000 dari jatah utuh setelah diberikan Sumi hendak disalurkan pada Hadi Samin.

Padahal Hadi Samin sudah resmi mendapat hak terima BLT utuh Rp 600.000.

Ternyata Hadi Samin hanya diberi Rp 300.000 bukan Rp 350.000 selama dua kali alias sudah dipotong jatahnya juga.

Baca Juga :  Pengurus Muhammadiyah se-Surakarta Konsolidasi Penundaan Muktamar. Berharap Tidak Ada Penundaan Lagi

“Banyak Mas, kasus yang saya alami itu terja di pada 5 orang. Bahkan Walidi hanya menerima Rp 100.000 padahal Walidi dan Hadi Samin diberi surat kuasa pemdes untuk cairkan sebanyak 5 KTP ke Bank Jateng tapi Walidi hanya diberi jatah Rp 100.000 saja,” serunya.

Adapun perihal kejanggalan yang ia rasakan mengapa satu orang membawa 5 buah KTP ke Bank Jateng bisa cair Rp 3 juta.

Padahal menurut warga mestinya basedata BLT By name By NIK mengapa satu orang bisa mencairkan 5 KTP hanya dengan rekomendasi Kades.

Menanggapi kasus tersebut, wartawan menemui Kades Kalijirak, Tri Joko belum bisa dimintai konfirmasi. Wartawan menemui di rumahnya tapi yang bersangkutan sedang pergi. Beni Indra