JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gus Mus Lontarkan Kritikan ke Pemkab Rembang, Ganjar: Pemerintah Harus Peduli

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi orang Jawa Tengah pertama yang memiliki uang dengan nominal Rp75.000 keluaran terbaru Bank Indonesia (BI) sebagai bentuk memperingati kemerdekaan RI yang ke-75 telah resmi telah diluncurkan Bank Indonesia dan Kemenkeu. Foto: Humas Pemprov

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kawasan Alun-alun Kabupaten Rembang mendadak menjadi sorotan. Saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, tidak ada satu pun bendera merah putih di Alun-alun Rembang.

Atas kondisi tersebut, ulama karismatik Mustafa Bisri yang akrab dengan nama Gus Mus melontarkan kritikan tajam kepada Pemerintah Kabupaten Rembang.

Kritikan disampaikan Gus Mus melalui video yang viral di sosial media. Dalam video tersebut, Gus Mus mengkritik lantaran tidak ada satu pun bendera merah putih di alun-alun Rembang saat HUT ke-75 kemerdekaan RI.

“Ada yang aneh menurut saya di Alun-Alun Rembang, tidak ada satu pun bendera Merah Putih dikibarkan. Pertanyaan saya kepada Pemda Rembang, mulai Bupati sampai DPRD-nya. Apa lupa, apa tidak punya bendera, apa karena lagi sibuk memikirkan Pilkada. Terima kasih,” kata Gus Mus dalam video tersebut.

Merespon kritikan Gus Mus tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Rembang yang abai memasang bendera merah putih di alun-alun setempat.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

“Saya sudah kontak Bupati Rembang dan memang pemahamannya berbeda. Mereka mengakui kesalahannya yang abai soal itu, tapi akhirnya Pemkab Rembang memasang bendera merah putih di alun-alun Rembang sesaat sebelum detik-detik proklamasi,” kata Ganjar saat ditemui di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (18/8/2020).

Lebih detail, Ganjar mengungkapkan, dari komunikasi tersebut, Bupati Rembang mengatakan bahwa pusat perayaan dilakukan di kantor pemerintahan dan tidak menggelar keramaian di alun-alun.

“Padahal, alun-alun bukan hanya ruang terbuka saja, melainkan tempat kultural yang biasa digunakan tempat pertunjukan, tempat show dan lainnya. Maka ketika ada keramaian, apalagi 17 Agustus, kebiasaan pasang bendera di alun-alun itu ditunggu oleh masyarakat. Kalau tidak ada bendera yang dipasang kan aneh,” ujarnya.

Ganjar juga menekankan sudah seharusnya pemerintah daerah semua paham tentang hal itu, apalagi semua kepala daerah sudah diperintahkan memasang bendera merah putih setiap hari selama bulan Agustus.

Baca Juga :  Bangun Mental Baja dalam Berbisnis, Ganjar Fokus Kembangkan UMKM di Jateng

“Mestinya kita semua mengerti itu, pemerintah harus peduli dan tidak boleh abai,” katanya.

Ganjar mengapresiasi langkah Gus Mus yang dengan tegas mengkritik pemerintah Rembang, karena menurutnya, pemerintah harus peduli dalam setiap kondisi, tidak boleh abai untuk tetap khidmat merayakan Hari Kemerdekaan RI.

“Ternyata, sensitifitas masyarakat luar biasa, dan itu direpresentasikan oleh seorang Gus Mus. Beliau peduli, mengingatkan, sebagai ulama menyampaikan itu. Iki pitulasan kok sepi, piye? (ini peringatan hari kemerdekaan kok sepi, gimana), gitu,” katanya.

Ganjar juga menyebut kritik yang disampaikan Gus Mus tersebut menjadi koreksi dan evaluasi pemerintah agar tidak abai di kemudian hari, bahkan dirinya mengatakan bahwa Pemkab Rembang sudah mengakui kesalahan tidak memasang bendera merah putih di alun-alun saat perayaan Hari Kemerdekaan RI, meskipun kemudian memasangnya.

“Siapapun yang sudah berpartisipasi, saya menyampaikan terima kasih,” pungkas dia. Satria Utama