JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Istri Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen Akhirnya Buka Suara. Bantah Penjemputan Paksa, Sebut Suaminya Datang Sendiri ke Polda Jateng

Direktur CV MSB Sragen, Sugiyono. Foto/Wardoyo
Direktur CV MSB Sragen, Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Istri Dirut CV Mulia Sukses Bersama (MSB) Sragen Sugiyono (45), NT membantah kabar bahwa suaminya ditangkap dan dijemput paksa oleh Polda Jateng.

Istri Dirut yang kini ditahan di Mapolda Jateng karena diduga tersandung penipuan investasi semut rangrang itu, menegaskan bahwa suaminya datang sendiri ke Semarang memenuhi panggilan Polda.

“Jadi suami saya tidak ditangkap atau dijemput paksa. Itu salah besar. Yang benar Bapak itu datang memenuhi panggilan di Polda, bukan dijemput paksa,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (11/8/2020).

Baca Juga :  Innalillahi, Satu Warga Ngrampal Sragen Kembali Meninggal Suspek Covid-19. Suspek Meninggal Naik Jadi 44 Orang, Jumlah Total Warga Meninggal Capai 72 Orang

Saat berbincang dengan JOGLOSEMARNEWS.COM , NT enggan diambil gambarnya. Ia juga meminta namanya tidak ditulis vulgar dengan alasan pertimbangan psikologis anak-anaknya yang masih kecil.

NT kemudian melanjutkan, suaminya datang ke Polda Jateng pada Senin (3/8/2020). Saat itu, suaminya datang untuk memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda dengan di antar sopir.

Kemudian selesai mengantar, sopirnya pulang lagi dan suaminya berlanjut di tahan di Polda.

“Jadi Bapak itu ke Semarang sama sopir. Lalu sopirnya pulang lagi, Bapak ditahan di sana,” terangnya.

Baca Juga :  Berdalih Cek Keperawanan, Kebiadaban Pemuda Asal Mondokan Sragen Pemerkosa Sejumlah Siswi SMP Kembali Terungkap. Pelaku Obok Alat Vital Korban Sebelum Diperkosa, Warga Minta Dihukum Seberat-Beratnya

Saat ditanya lebih lanjut suaminya ditahan dalam kasus apa, NT tidak bersedia berkomentar. Ia juga enggan menjawab soal kasus CV MSB yang dipimpin suaminya dan kini menjadi sorotan.

Sugiyono diduga ditahan karena dugaan penipuan berkedok investasi semut rangrang yang dikelolanya sejak 2014. Sempat bergejolak di 2019, kini pembayaran hasil untuk ratusan hingga ribuan mitranya yang dikabarkan mencapai puluhan miliar, macet dan belum dibayar.

“Kalau itu saya no comment. Sudah ya,” ujar NT sembari bergegas masuk rumah. Wardoyo