JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Negara-negara Maju Diminta Tak Timbun Vaksin Covid-19

Paus Fransiskus menyampaikan pesan saat memimpin misa malam Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 24 Desember 2019 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Negara-negara maju diminta untuk tidak menimbun vaksin Covid-19 untuk mereka sendiri. Hal itu dilontarkan oleh pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus.

Paus juga meminta negara-negara maju
agar memberikan insentif kepada perusahaan yang berkomitmen untuk melindungi lingkungan, membantu yang paling membutuhkan, dan membantu untuk kebaikan bersama.

“Sungguh menyedihkan jika orang kaya diberi prioritas untuk vaksin Covid-19. Sungguh menyedihkan jika vaksin menjadi milik bangsa ini atau itu, jika tidak universal dan untuk semua orang,” kata Paus pada audiensi umum hari Rabu (19/8/2020), dikutip dari Reuters.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Selasa bahwa negara manapun yang menimbun vaksin Covid-19 potensial untuk mereka sendiri akan memperburuk pandemi.

Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang telah memperingatkan munculnya “nasionalisme vaksin”, dan mendesak negara-negara maju untuk bergabung dengan perjanjian global hingga batas waktu 31 Agustus untuk berbagi kandidat vaksin dengan negara berkembang.

Paus Fransiskus juga mengatakan akan menjadi skandal jika pemerintah membagikan uang insentif krisis hanya kepada industri tertentu.

Paus berpendapat bahwa bantuan tersebut haruslah diberikan kepada mereka yang berkontribusi, yang paling membutuhkan, dan berjuang demi kebaikan bersama dan untuk merawat lingkungan.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Menurut perhitungan Reuters, lebih dari 21,9 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona di seluruh dunia, di mana 772.647 orang meninggal.

“Pandemi adalah krisis dan seorang tidak pernah keluar dari krisis seperti sebelumnya,” kata Paus.

“Entah kita berakhir lebih baik, atau lebih buruk. Kita harus berakhir lebih baik untuk mengatasi ketidakadilan sosial dan kehancuran lingkungan.”

Audiensi Paus Fransiskus masih digelar secara virtual dari perpustakaan resminya. Sebelum pandemi virus corona, audiensi Paus Fransiskus dilangsungkan di Lapangan Santo Petrus yang dipadati oleh puluhan ribu orang.

www.tempo.co