JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Salatiga Luncurkan Pertanian Berbasis Pariwisata Alias Niansista, Apa Itu?

Wali Kota Salatiga Yuliyanto meluncurkan Pertanian Berbasis Pariwisata (Niansista). Peluncuran dilaksanakan di eks tanah bengkok Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga, kemarin. Istimewa

SALATIGA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota Salatiga berupaya keras membangkitkan sektor perekonomian masyarakatnya. Dampak pandemi covid-19, menjadi landasan dan inovasi Pemkot Salatiga untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Salatiga.

Untuk menggairahkan sektor ekonomi masyarakat, Dinas Pertanian Kota Salatiga meluncurkan Pertanian Berbasis Pariwisata (Niansista). Peluncuran dilaksanakan di eks tanah bengkok Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga.

Kepala Dinas Pertanian Nunuk Dartini menjelaskan, program Niansista adalah salah satu penyangga ketahanan pangan untuk masyarakat Salatiga dan di dunia. Apalagi, di masa pandemi Covid-19, pertanian merupakan sektor yang paling bertahan.

“Tagline petani sama dengan para dokter, ‘Kalian di Rumah Kami di Sawah’. Pertanian berbasis pariwisata tidak mengubah petani menjadi pelaku pariwisata, akan tetapi masalah lahan pertanian di Kota Salatiga tidak luas maka perlu inovasi, sebuah terobosan dan proyek perubahan dilakukan. Niansista sudah melewati diskusi, lapangan, kajian-kajian yang panjang sehingga Niansista menjadi sesuatu yang dianggap positif oleh petani,” beber Nunuk belum lama ini.

Baca Juga :  Bangkitkan Sektor UMKM, Gubernur Ganjar Pranowo Jalin Kerjasama dengan TVRI

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto, mengapresiasi Dinas Pertanian yang melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 tersebut. Dia meminta agar program tersebut bisa diperluas di seluruh wilayah.
“Ajak para lurah untuk berdiskusi memperluas program Niansista ini. Kegiatan semacam ini harus menyebar ke berbagai wilayah di Salatiga, ajak para lurah membuka Niansista di wilayahnya,” ujar Yuliyanto.

Baca Juga :  Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI, Ganjar Tegaskan Limbah Perusahaan Jadi Pemicu Pencemaran Sungai

Peluncuran Niansista ditandai dengan pemukulan lesung oleh wali kota dan wakil wali kota didampingi Forkopimda. Usai acara, Yuliyanto menuju sawah untuk menyebar benih ikan, menanam jagung, dan berfoto di lokasi swafoto yang telah disediakan.

“Acara seperti ini sangatlah menarik, hal tersebut harus menjadi wadah para pelaku usaha kecil di bidang pertanian untuk terus berinovasi dan kreasi,” imbuh dia. Satria Utama