JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tewaskan Satu Penumpang, Sopir Minibus Rombongan Pendaki Yang Kecelakaan Maut di Kemuning Terancam Jadi Tersangka. Polisi Dalami Kelaikan Bus dan Dugaan Rem Blong!

Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa
Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sopir minibus pengangkut belasan pendaki Lawu di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) berpeluang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden yang menewaskan satu orang dan dua luka tersebut.

Sopir minibus bernama Akhmad Khuzaidin (33), warga Dukuh Krajan Selatan, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo itu kini masih diperiksa intensif di Polres Karanganyar.

“Masih kita lakukan pemeriksaan terhadap sopir. Kalau terbukti lalai, nanti bisa ditetapkan tersangka,” papar Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Maulana Ozar mewakili Kapolres AKBP Leganek Mawardi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (14/8/2020).

Akhmad saat ini masih diperiksa sebagai saksi. Yang bersangkutan tidak ditahan namun tetap berada di Mapolres untuk kepentingan mempermudah proses pemeriksaan.

Kasat menguraikan dari hasil penyelidikan sementara, dugaan pemicu kecelakaan masih mengarah pada pecah ban.

Namun tim akan mengembangkan penyelidikan untuk menguak kemungkinan adanya sebab lain seperti ketidaklaikan kendaraan. Termasuk kemungkinan rem blong seperti kabar yang beredar.

Baca Juga :  Kepala Satpol PP Karanganyar Ingatkan Hajatan di Wilayah Positif Covid-19 dan Berisiko Sebaiknya Dibatalkan Dulu. Jika Nekat Bisa Dibubarkan!

“Ada kabar kalau remnya blong. Ini masih kami dalami juga. Yang jelas sopir kemungkinan belum hafal medan karena dia berasal dari Purwokerto. Kemudian tipikal medan di lokasi kejadian itu turunan agak berbelok dan relatif sempit. Kondisi jalan juga kurang penerangan,” jelasnya.

Kasat menambahkan insiden itu menewaskan salah satu penumpang bernama Sri Miyana (19), warga Kampung Pedurinan, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Remaja itu  diketahui duduk di sebelah sopir sempat terjepit badan minibus. Sedangkan satu korban mengalami patah kaki dan satu lainnya luka.

Seperti diberitakan, minibus yang membawa rombongan pendaki gunung itu mengalami kecelakaan di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) malam.

Data yang dihimpun di lapangan, minibus malang itu diketahui bernopol B 7535 KDA. Bus diketahui membawa 17 penumpang yang barusaja selesai mendaki gunung Lawu.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Target Akseptor KB Karanganyar Baru 60 %. Bupati Minta Pasangan Muda Pakai Kontrasepsi, Dinas Akan Gerilya

Mereka mayoritas diketahui berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. Kecelakaan terjadi sekira pukul 20.50 WIB.

Kades Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengatakan kronologi  kecelakaan terjadi saat minibus itu barusaja menjemput rombongan pendaki asal Jakarta dan Jabar.

Mereka barusaja selesai melakukan pendakian Gunung Lawu via jalur pendakian Candi Cetho.

“Di dalam bus mengangkut 17 pendaki yang berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sesampai di Dukuh Secepit, sopir diberitahu salah satu penumpang jika ban belakang sebelah kiri kempes,” paparnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2020) malam.

Kondisi jalanan di lokasi kejadian memang berupa turunan. Diduga karwna hilang kendali, minibus kemudian melaju agak kencang.

Sopir sempat berusaha mengerem namun mobil tidak berhenti. Pengemudi mobil berusaha banting setir ke kiri.

“Tapi bus malah mengenai tebing lalu masuk selokan dan baru berhenti setelah menabrak tebing lagi,” urainya.Wardoyo