JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Mengganas, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Meroket Jadi 75 Orang. Jumlah Kasus Positif Dekati Angka 400, Suspek 1.842

Ilustrasi pemakaman pasien PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Sabtu (18/9/2020) siang ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah mendekati angka 400 yakni di angka 395 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah kasus kematian juga kian mengkhawatirkan. Hingga hari ini, jumlah total warga meninggal dunia dengan status suspek covid-19, positif hingga probabel dilaporkan mencapai 75 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Baca Juga :  Awas, Sudah 128 Warga Karanganyar Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Tembus 684. Suspek Capai 2.199 Orang, Pasien Sembuh 520 Orang

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Sabtu (18/9/2020) siang ini, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 395.

Dari jumlah itu, 55 orang masih dirawat, 321 sembuh dan 19 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 1.842 pasien.

Dari jumlah itu, 1.748 orang dinyatakan selesai pantauan, 44 orang masih dirawat dan 50 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah mencapai 75 orang.

Rinciannya 19 warga meninggal dengan status positif covid-19, 50 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan enam warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Hajatan Mulai Banyak Blong-Blongan, Karanganyar Kembali Masuk Zona Merah Covid-19. Dinkes Minta Pengawasan Diperketat, Warga Diminta Lebih Taat

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo