JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral Video Tawuran di Laut, Aksi Para Remaja Berenang Sambil Saling Sabet Senjata Tajam

Tangkapan layar aksi tawuran remaja di laut kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (6/9/2020) lalu. Foto: Twitter

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebuah video yang memperlihatkan aksi para remaja melakukan tawuran di dalam air menjadi viral di media sosial. Aksi tawuran itu terjadi di laut kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (6/9/2020) lalu.

Video tawuran di laut itu menjadi viral setelah diunggah netizen di Twitter dan Instagram. Dalam video yang beredar, terlihat para pelaku tawuran berenang sambil saling menyabetkan senjata tajam seperti celurit.

Kepala Kepolisian Sektor Cilincing Komisaris Imam TB menyatakan, lokasi tawuran tersebut berada di luar wilayah hukumnya. Namun, orang-orang yang terlibat tawuran diakui memang berasal dari Cilincing.

“Kita datangi ke lokasi, mereka bubar,” kata Imam saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Pada saat didatangi polisi, peserta tawuran membuang senjatanya ke laut.

Untuk mengantisipasi tawuran di laut, petugas Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta pejabat RT dan RW setempat sudah berjaga-jaga di lokasi selama tiga hari.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Ahrie Sonta juga mengatakan tawuran di laut itu tidak masuk ke wilayah hukumnya. Namun kejadian serupa, kata dia, pernah ditangani oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pernah ada di kita sekitar sebulan lalu, sudah ditindak dan selalu dijaga saat ini di titik-titik rawan,” kata Ahrie.

Sementara itu, pejabat RT dan RW di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara beserta aparat Polri-TNI menggelar patroli untuk mencegah terulangnya tawuran di laut.

“Patroli ini juga melibatkan pengurus RW lain agar bersama-sama bergerak mengantisipasi tawuran ini,” kata Ketua RW 015 Kelurahan Kalibaru Slamet Alfarizi yang diunggah di laman resmi Pemerintah Kota Jakarta Utara, Rabu (9/9/2020).

Menurut Slamet, patroli polisi dan warga dilakukan sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam. Upaya antisipasi, kata dia, juga dilakukan dengan cara sosialisasi kepada orangtua dan masyarakat setempat.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan patroli saja karena keterbatasan petugas. Untuk itu kita menggandeng peran orangtua dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah dari aksi kriminal, khususnya tawuran ini,” ujar Slamet.

www.tempo.co

Baca Juga :  Kasus Mutilasi Kalibata City, Polisi Sebut Kondisi Ekonomi Dorong Pelaku Tega Membunuh: Sudah Beberapa Hari Tidak Makan