JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Data Hasil Monitoring DPRD Jateng, 2 Bulan Terakhir Tunjukkan Masyarakat Sudah Abai Terhadap Protokol Kesehatan

Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono saat memimpin razia masker dan prokes di Kecamatan Tanon. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah masih menemukan masyarakat yang tidak mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Untuk itu, pemerintah serta seluruh tim penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di daerah secara terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Provinsi Jateng, Muhammad Yunus  usai melakukan monitoring pelaksanan protokol kesehatan yang didlakukan oleh tim gabungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Minggu (25/10/2020).

Monitoring dilakukan bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang berasal dari daerah pemilihan VI Jawa Tengah. Menurut Yunus, sejak 2 bulan ini wabah Covid-19 masyarakat sudah banyak mengabaikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Baca Juga :  Jelang Kongres, Pendiri Pasoepati Ingatkan Sportivitas & Hindari Money Politics. Beredar Rumor Kejanggalan Penunjukan Formasi, Benarkah Ada Ketidakberesan?

Seperti menjaga jarak, menggunakan masker hingga kepada mencuci tangan. Padahal wabah covid-19 masih belum berakhir.

“Dari hasil monitoring yang kita lakukan, masih banyak ditemukan masyarakat yang melanggar aturan protokol kesehatan dengan berbagai alasan. Kita akan memperkuat edukasi melaui seleuruh jajaran agar masyarakat betul-betul menyadari pentingnya melaksanakan protokol kesehatan. Satu-satunya cara agar kita dapat kembali menjalankan aktivitas dan ekonomi dapat kembali bergerak, maka kita harus beradaptasi dengan situasi yang baru. Situasi dimana kita haus melaksanaan protokol kesehatan,” paparnya.

Terkait terjadinya peningkatan angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah,Yunus mendorong Pemprov melakukan langkah-langkah yang lebih maksimal. Baik dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh virus ini.

Baca Juga :  Dihantam Covid-19, APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Anjlok Rp 130 Miliar. Transfer Dana APBN Juga Turun Rp 133 Miliar

Ia menyebut untuk wilayah Jawa Tengah memang terjadi peningkatan kasus.Nantinya DPRD akan mengevaluasi untuk mengambil langah selanjutnya.

Dari sisi anggaran untuk tahun 2021, masih kita prioritaskan pada penanggulangan dan penyebaran Covid-19. Pihaknya tetap akan memberikan stimulus bagi keluarga terdampak dan bantuan kepada UMK.

“Untuk anggaran 2021, kita masih prioritas penanggulangan penyebaran Covid-19, stimulus bagi keluarga terdampak, bantuan kepada pengusaha kecil menengah agar usaha mereka  tetap berjalan,” tandasnya. Wardoyo