JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Tim PKM UNS Tawarkan Solusi Ketahanan Pakan Ternak di Yogyakarta

Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan Silase (pakan hijauan ternak yang diawetkan) yang bersumber dari hijauan pakan konvensional dan lokal bersama Kelompok Tani Rukun Binantu, Dusun Rejosari, Kelurahan Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Humas UNS
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan Silase (pakan hijauan ternak yang diawetkan) yang bersumber dari hijauan pakan konvensional dan lokal bersama Kelompok Tani Rukun Binantu, Dusun Rejosari, Kelurahan Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyelesaikan permasalahan ketersediaan pakan ternak ruminansia yang biasa dihadapi oleh petani dan peternak pada musim kemarau.

Pakan ternak ruminansia yang terdiri dari pakan hijauan, konsentrat, vitamin dan mineral sebagai suplemen dinilai memenuhi secara jumlah dan kecukupan nutrisi bagi hewan ternak. Namun, ketersedian pakan ini dimasa kemarau menjadi permasalahan.

Salah satu bahan pembuatan pakan tersebut adalah rumput atau biasa disebut Hijauan Makanan Ternak (HMT). Pemenuhan kebutuhan HMT dilakukan dengan membeli dari daerah lain. Tetapi tidak sebanding dengan harga pakan ternak ruminansia yang cenderung turun saat musim kemarau.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Rancang Sistem Pertanian Pesisir, Menggabungkan Budidaya Ikan dan Tanaman, Bagaimana Teknisnya?

Permasalahan ini mendorong tim yang dipimpin oleh Dr. Ari Diana Susanti dari Prodi Teknik Kimia dan beranggotakan Dr. Muhammad Cahyadi dari Prodi Peternakan, Ir. Paryanto asal Prodi Teknik Kimia dan Dr. Fadilah dari Prodi Teknik Kimia melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS dengan skema pendanaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2020. Kegiatan pelatihan dan praktik telah dilakukan pada Minggu (27/9/2020) di lokasi mitra dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa Prodi D3 Teknik Kimia, Prodi SI Teknik Kimia dan Prodi Magister Teknik Kimia.

Ketua Tim Dr. Ari Diana menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya pelatihan saja, tetapi juga dilakukan evaluasi pemantauan produk hasil setelah 7 hari untuk teknik fermentasi dan 3 minggu untuk teknik silase. Selain itu juga dilakukan sosialisasi mengenai pakan konsentrat berbahan baku lokal dari limbah pertanian. Diharapkan program ini bisa terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ekonom UNS-UI Bahas Arah Kebijakan Moneter Indonesia Selama Resesi

“Metode silase memiliki banyak kelebihan diantaranya pakan dapat disimpan hingga satu tahun dan dapat meminimalkan kehilangan nutrisi. Sedangkan teknik fermentasi digunakan untuk pakan ternak yang minim nutrisi,” terang Dr. Diana, Rabu (21/10/2020).

Beberapa manfaat yang akan diterima ialah meningkatkan ketahanan pakan ternak bagi petani dan peternak daerah sub-kritis, kemudian meningkatkan tingkat nutrisi pakan ternak ruminansia, dan terakhir mampu mengurangi pengeluaran pembelian hijauan pakan ternak di masa puncak kemarau. Prihatsari