JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hari Ini, 5.000 Mahasiswa Bakal Gelar Demo Menolak UU Cipta Kerja di Depan Istana

Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam 'UNS Menggugat' menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembatalan Omnibus law UU Cipta Kerja di depan kampus setempat, Jalan Ir Sutami, Kota Solo, Selasa (06/10/2020). Foto: JSNews/Prabowo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Gelombang demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja masih terus terjadi. Hari ini, Kamis (8/10/2020), sebanyak sekitar 5.000 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar aksi demo di depan Istana.

Aksi demo mahasiswa itu akan digelar mulai pukul 10.00 WIB di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Disampaikan Koordinator Media BEM SI, Andi Khiyarullah, kemungkinan akan ada lebih dari 5.000 mahasiswa dari kurang lebih 300 kampus yang mengikuti aksi. “Kami masih menunggu kedatangan dari berbagai wilayah. Kalimantan, Sumatera, Sulawesi,” kata Andi kepada Tempo, Rabu (7/10/2020).

Andi mengatakan, sejak Senin lalu Aliansi BEM SI telah melakukan konsolidasi nasional membahas situasi di wilayah masing-masing. Mereka juga membicarakan rencana ke depan setelah RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Senin (5/10/2020).

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Liburan, Polda Jateng Perketat Penerapan Protokol Kesehatan saat Libur Panjang  

Konsolidasi melibatkan perwakilan mahasiswa dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bali, dan Nusa Tenggara.

Selain di depan Istana Negara, Andi mengatakan, aksi juga akan berlangsung serentak di daerah masing-masing. Ia mengatakan aksi akan melebur dengan gerakan elemen masyarakat lain.

Dalam aksi hari ini, peserta demonstrasi akan menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja dan mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu). Di sisi lain, ujar dia, mahasiswa juga akan mengupayakan uji materi ke Mahkamah Konstitusi sebagai alternatif.

Baca Juga :  Gara-gara Ngompol di Celana, Paman dan Bibi Tega Aniaya Bocah 4 Tahun Hingga Lebam-lebam

“Narasi kita tetap sama, jangan sampai masa depan negeri ini hanya dimiliki oleh semua kepentingan oligarki semata,” ujar Andi.

Ketua BEM Universitas Indonesia, Fajar Adi Nugroho menyatakan, mahasiswa dari BEM UI akan turut turun dalam aksi hari ini. “Kami akan turun aksi. Untuk detailnya akan diberitahukan kemudian,” kata Fajar ketika dihubungi.

Sementara itu, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) juga masih akan menggelar aksi. Ketua Umum KASBI Nining Elitos mengatakan, anggotanya masih tetap melakukan aksi-aksi di berbagai daerah. Adapun di Jakarta, KASBI akan menggelar aksi di depan gedung DPR.

www.tempo.co