JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kepala BKKBN Pantau Pelaksanaan Program KB di RS UNS

Dalam rangkaian kunjungan kerja bersama DPR RI ke Kabupaten Sukoharjo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) secara khusus menyempatkan diri memantau pelaksanaan pelayanan program Keluarga Berencana (KB) Metode Operatif Wanita (MOW) di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS), Senin (26/10/2020). Humas UNS
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dalam rangkaian kunjungan kerja bersama DPR RI ke Kabupaten Sukoharjo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) secara khusus menyempatkan diri memantau pelaksanaan pelayanan program Keluarga Berencana (KB) Metode Operatif Wanita (MOW) di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS), Senin (26/10/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BKKBN disambut langsung oleh Direktur RS UNS, Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si. dan Wakil Direktur Pelayanan Medik, Prof. Dr. dr. Sri Sulistiyowati, Sp.OG, (K).

Dalam kunjungannya, Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) mengucapkan
terima kasih bisa bekerja sama dengan RS UNS dalam pelaksanaan MOW bagi masyarakat Sukoharjo. “Sebagai bentuk dukungan kami, Rumah Sakit UNS dapat mengajukan permintaan bantuan alat-alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan MOW,” terang dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) dalam rilis, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga :  Kelanjutan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Putri Cempo Temui Titik Terang

Sementara itu, Direktur RS UNS, Prof. Hartono mengatakan, MOW adalah sebuah metode kontrasepsi mantap atau permanen yang juga disebut sebagai tubektomi. RS UNS sebagai rumah sakit pemerintah digandeng oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) untuk bekerja sama menghadirkan layanan ini.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Kembangkan Limbah Bubut Menjadi Baterai

“Ini diperuntukkan untuk masyarakat Sukoharjo sejak September 2020, khususnya bagi masyarakat tidak mampu, dengan DPPKB3A sebagai penyandang dana dan RS UNS sebagai pelaksana MOW,” terang Prof. Hartono.

Prof. Hartono berharap, dengan kerja sama dan bantuan yang ditawarkan BKKBN, pasien tidak mampu di wilayah Sukoharjo yang membutuhkan atau memenuhi indikasi untuk dilaksanakannya MOW dapat terbantu seluruhnya. “Yang tentunya ini juga akan meningkatkan jumlah layanan MOW di RS UNS,” pungkas Prof. Hartono. Prihatsari