JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kunjungan Kontroversial Prabowo ke AS, Disebut Bahas Jet Tempur dan Laut Cina Selatan

Probowo Subianto Ketua Umum Gerindra puji kinerja Jokowi. Youtube/Gerindra TV
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kunjungan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) memicu pro kontra. Namun apa sebenarnya yang akan dibahas dengan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper tersebut?

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengaku dihubungi oleh mitranya di Kementerian Pertahanan ihwal kunjungan terswbut.

Dia mengatakan, diberitahu Prabowo akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, US Army, dan US Air Force.

“Dubes kita di AS juga sudah melaporkan kepada kami mengenai kedatangan Pak Prabowo di sana dan apa yang kira-kira menjadi suasana kebatinan antara Indonesia dan AS dalam hal kerja sama pertahanan,” kata Meutya ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Baca Juga :  Buron 1 Bulan, Cai Changpan, Terpidana Mati Kasus Narkoba yang Kabur dari Lapas Kota Tangerang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Hutan

Meutya mengatakan, Komisi I mendukung kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat. Dia berujar, selain potensi peningkatan kerja sama, peningkatan ketegangan juga mungkin terjadi di masa pandemi Covid-19 ini.

Maka, Meutya menilai penting bagi negara-negara untuk berkomunikasi demi mencari titik temu.

“Yang pasti tentang ketegangan di Laut Cina Selatan juga menjadi salah satu dari sekian banyak topik yang akan dibahas,” kata Meutya.

Meutya tak menampik dalam kunjungan Prabowo ada pembicaraan ihwal jet tempur F-35. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu memang disebut-sebut sedang membidik alutsista tersebut.

Baca Juga :  Pollycarpus, Pilot yang Terlibat Pembunuhan Munir Meninggal Dunia Positif Covid-19

“Kalau jet tempur saya yakin pasti ada, tapi itu hanya sebagian kecil dari pembicaraan yang lebih luas lagi,” ujar politikus Golkar ini.

Prabowo berkunjung ke Amerika sejak 15 Oktober lalu atas undangan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper. Ketua Umum Gerindra itu akan berada di Negeri Abang Sam selama empat hari.

Prabowo akhirnya menginjakkan kaki di AS setelah 20 tahun dilarang masuk ke negara tersebut lantaran dianggap terlibat dalam penculikan dan penghilangan aktivis. Amnesty International dan pegiat HAM mengecam keputusan Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan visa untuk Prabowo.

www.tempo.co