JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Meledak, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 843, Total Sudah 143 Warga Meninggal Dunia

Ilustrasi pemakaman salah satu warga di Kecamatan Tanon dengan protokol covid-19. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan.

Hari ini, Sabtu (31/10/2020), jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah mencapai 843 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga terus menanjak mencapai 2.295 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Sabtu (31/10/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 843.

Dari jumlah kasus itu, 199 orang masih dirawat, 607 sembuh dan 47 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.295 pasien.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Sragen Membeludak, 2 RSUD Mulai Kehabisan Ruangan Untuk Merawat Pasien Positif. Pemkab Siapkan Tambahan Ruangan di RSUD dan Technopark

Dari jumlah itu, 2.156 orang dinyatakan selesai pantauan, 81 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat tambah lagi  mencapai 143 orang.

Rinciannya 47 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 38 warga meninggal dalam status probabel.

Dalam tiga hari terakhir dilaporkan ada enam warga meninggal yakni dengan empat berstatus positif covid-19 dan dua orang berstatus probabel.

Baca Juga :  29 Tahun Jadi Guru, Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sebut Pembelajaran Online Bikin Anak Jadi Malas. Dukung Penerapan Tatap Muka, Tapi Ini Syarat Yang Wajib Dipenuhi!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo