JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

WHO Berharap Ada Satu Atau Dua Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Massal Sebelum Akhir 2020

Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – World Health Organization (WHO) berharap sudah akan ada satu atau dua vaksin Covid-19 yang dapat digunakan luas sebelum akhir tahun 2020 ini.

“Ada beberapa kandidat vaksin Covid-19 yang sedang diuji yang membuka peluang kesuksesan, tapi kita juga harus siap menerima kegagalan,” kata ketua tim ilmuwan di WHO, Soumya Swaminathan, pada Jumat (23/10/2020).

Dan, karena menggunakan standar penggunaan darurat, ujar Soumya,
WHO meminta ekspektasi pun ‘diseimbangkan’.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia kini berada pada ‘masa kritis’ dalam pandemi, terutama di belahan Bumi utara.

Beberapa bulan ke depan diperkirakannya akan sangat berat dan beberapa negara disebutnya berada di jalur yang berbahaya.

“Kita masih berada pada Oktober,” kata Tedros merujuk kepada kekhawatiran pandemi meledak lagi di musim dingin karena adanya wabah flu musiman.

“Tapi ada terlalu banyak negara yang mencatat laju eksponensial jumlah kasus baru, dan itu telah membimbing kepada situasi di mana rumah sakit dan ICU penuh sesak.”

Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Mike Ryan mengatakan, Eropa mengalami lonjakan luar biasa jumlah kasus positif Covid-19, jumlah mereka yang harus dirawat di rumah sakit, dan benih yang sama terpantau untuk angka kematiannya.

Ryan menekankan upaya untuk menjaga tingkat kematian itu tak ikut beranjak dan meledak.

“Ketika kita kembali ke bulan-bulan Maret, April, Mei lalu, kita melihat di wilayah Eropa jumlah kasus baru bisa lebih dari 50.000 setiap harinya, dengan hampir 5.000 kematian per hari. Itu sangat, sangat buruk pada saat itu,” kata Ryan.

Saat ini, dia membandingkan, Eropa mencatat jumlah 20.000 kasus baru positif Covid-19 seminggu. Sedang angka kematiannya sekitar 2-2,5 ribu. Ryan mengatakan bukan tidak mungkin angka kematian itu bergerak menyusul. 

“Itu bisa, dan sedang terjadi. Tapi masih ada begitu banyak nyawa yang harus diselamatkan di sini,” katanya.

www.tempo.co