JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Dirjen IKP Kominfo Ajak Mahasiswa Perangi Hoax Covid-19 yang Banyak Beredar di Masyarakat

Prof Widodo Muktiyo. Foto:Dok
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

widodo edit
Prof Widodo Muktiyo. Foto:Dok

SOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Prof Dr Widodo Muktiyo meminta kepada para mahasiswa untuk tidak mudah percaya dengan maraknya informasi palsu atau hoax yang berisi konten-konten seputar Covid-19.

Di sisi lain, Widodo juga mengajak mahasiswa memerangi hoax Covid-19 tersebut. “Jadi saya mengimbau mahasiswa bukan saja jangan percaya hoax, tetapi juga harus membantu memerangi berita palsu tentang Covid-19 tersebut,” kata Widodo Muktiyo di sela-sela acara Forum Diskusi Publik bertajuk “Peran Mahasiswa Dalam Menyukseskan Pemilihan Serentak 2020” di Paragon Hotel Solo, Jumat (13/11/2020).

Ditambahkan Widodo, sebagai kaum terpelajar maka mahasiswa pasti punya kemampuan filter yang lebih baik dari masyarakat awam. Untuk itulah setiap menerima informasi yang mencurigakan atau ganjil maka harus dilakukan verifikasi terlebih dulu dan tidak langsung ditelan mentah-mentah apalagi di-share/dibagikan kepada orang lain.

Baca Juga :  Legenda Arseto Solo Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Ini Sekilas Perjalanan Kariernya: 5 Tahun Bela Timnas, Jadi Pesepakbola Indonesia Pertama yang Berkarier di Klub Jepang

Jika sudah mendapatkan kepastian bahwa info yang diperoleh adalah hoax, maka bisa disampaikan kepada orang lain. Sehingga akan membantu orang lain tersebut mengenali adanya hoax. “Dengan demikian mahasiswa tersebut sudah membantu orang lain mengenali hoax,” kata Widodo.

Adapun cara perlawanan mahasiswa terhadap hoax Covid-19, bisa dengan beragam cara sesuai dengan kemampuan dan karakter mereka. “Di antaranya tidak menyebarkan hoax Covid-19, bisa juga mencari informasi mengenai info-info aneh dan ganjil yang mengarah hoax dan kemudian menjernihkan kepada mayarakat. Info yang valid mengenai hoax disebarkan kepada publik sehingga publik terselamatkan dari hoax. Atau bisa juga membuat kampanye-kampanye menkonter hoax Covid-19 dan cara-cara lainnya,” kata Widodo.

Baca Juga :  Bertemu Gibran, Eks Napi Bom Bali Menaruh Harapan Ini

Keterlibatan mahasiswa dalam memerangi hoax Covid-19 sangatlah vital mengingat mahasiswa adalah pengguna utama internet atau media sosial. Sementara hoax sering berseliweran lewat internet atau media sosial. “Keterlibatan mahasiswa dalam memerangi hoax sangat strategis karena milineal adalah konsumen utama digital,” papar Widodo.

Diakui Widodo, hoax mengenai Covid-19 jumlahnya meningkat. Sampai saat ini hoax tentang corona sudah mencapai 2000 lebih. “Misalnya, hoax tentang termogun yang bisa merusak otak sehingga jangan mau diperiksa termogun. Atau hoax tentang mandi air panas bisa membunuh  corona dan masih banyak lagi. Jika masyarakat percaya, maka bisa jadi mereka enggan diperika termgun. Padahal pemeriksaan termogun juga penting untuk deteksi awal,” paparnya.  (A Syahirul)