JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

DPP Partai Gerindra Resmi Minta Maaf Kepada Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju Atas Kasus Edhy Prabowo

Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra berharap penangkapan dan penetapan status tersangka pada Edhy Prabowo terkait dugaan kasus korupsi ekspor benih lobster tidak sampai mengganggu kinerja kabinet Indonesia Maju.

Terkait dengan kasus tersebut, DPP Partai Gerindra secara resmi meminta maaf kepada Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan segenap jajaran kabinet Indonesia Maju.

“Kepada yang terhormat Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta seluruh Kabinet Indonesia Maju, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga :  Doni Monardo: Tingkat Kepatuhan Public Figure Variety Show di TV Terhadap Protokol Kesehatan Masih Rendah

Muzani meyakini bahwa penangkapan Edhy oleh KPK tak akan mengganggu kinerja Kabinet Indonesia Maju. Ia pun berharap seluruh proses kegiatan pemerintahan tetap berjalan sebagaimana biasa.

“Pelayanan terhadap masyarakat, pembangunan seperti arahan Presiden, tetap berjalan sebagaimana yang direncanakan sebelumnya,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa Edhy Prabowo telah mengajukan pengunduran dirinya baik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dan sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Saat ini, surat tersebut sudah diserahkan pada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga :  RS Polri Terima 16 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182, Identifikasi Segera Dimulai

“Menanggapi masalah itu, kami Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, telah menerima surat pengunduran diri Saudara Edhy Prabowo, dan sekarang ini surat tersebut sedang kami teruskan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra,” kata Muzani.

www.tempo.co