JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Kini Dilengkapi Patung Buddha Dewa Empat Muka, Didatangkan Langsung dari Thailand

Patung dewa empat muka yang didatangkan dari Thailand. Foto: Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Patung dewa empat muka yang didatangkan dari Thailand. Foto: Istimewa

TUBAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini dilengkapi dengan patung Dewa Empat Muka. Patung Buddha bernama Se Mien Fo itu didatangkan langsung dari Bangkok Thailand.

“Patung Budha Empat Muka ini asli dibawa dari Bangkok. Untuk melengkapi Klenteng Kwan Sing Bio, sebagai wujud kerukunan,” ungkap Alim Sugiantoro, Ketua Penilik Domisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, dalam siaran pers yang diterima Redaksi JOGLOSEMARNEWS.COM pada Sabtu (7/11/2020).

Patung Buddha Empat Muka setinggi 129 centimeter itu berdiri megah di halaman belakang Klenteng. Rencananya bakal diresmikan oleh Bhante Khanit Sannano Mahathera, Biksu asal Thailand, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Se Mien Fo yang jatuh pada tanggal 9 November 2020.

Setelah diresmikan, nantinya umat bisa melihat dan beribadah di Tuban dan yang tidak bisa pergi ke Bangkok bisa datang ke Kelenteng Tuban. Sebab, di Tuban sudah ada patung Buddha empat muka yang asli didatangkan langsung dari Bangkok, Thailand.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Rabu 25 November 2020: Kota Solo Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Malam Berawan

“Orang Indonesia yang tidak bisa ke Bangkok karena Pandemi, maka bisa datang ke Tuban. Karena di kelenteng sudah ada patung dewa empat muka,” beber Alim Sugiantoro.

Dibangunnya patung dewa itu atas ide dan dipelopori oleh Alim Sugiantoro seorang tokoh agama Khonghucu dan Ketua Pembina Khonghucu di TITD Kwan Sing Bio Tuban. Disampaikan Alim, pembangunan itu sebagai bentuk kerukunan umat dan melengkapi unsur agama yang ada di kelenteng yakni Tri Dharma (Buddha, Tao, dan Khonghucu).

“Kelenteng Kwan Sing Bio itu sudah baku menjadi tempat ibadah Tri Dharma sejak dulu. Itu sudah harga mati. Jadi ketiganya tetap diperhatikan dan dihormati. Jadi tidak boleh di vihara-kan atau di Buddha-kan saja.” tegas Alim.

Menurutnya, peresmian patung dewa empat muka itu sebagai bentuk untuk menghormati sesama agama dan menjaga perdamaian serta persatuan umat di Kelenteng Tuban.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Sabtu 21 November 2020: Kota Solo dan Semarang Hujan di Malam Hari, Sragen dan Klaten Hujan Lebat

Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan yang ada di kelenteng Tuban ini harus dijadikan contoh untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Sebab, selama ini umat yang datang ke kelenteng yang berasal dari luar daerah sangat menghormati perbedaan.

“Umat Kelenteng Tuban harus menjadi contoh yang baik dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama, jika kita tidak rukun maka malu dengan teman-teman luar daerah yang datang ke Tuban,” terangnya.

Dijadwalkan pula, pada tanggal 8 Nopember, ada peramal Jong Swie Putri Wong Kam Fu, hadir di lokasi patung Se Mien Fok, Kleteng Kwan Sing Bio Tuban.

Sementara itu, dana pembangunan rumah tari, rumah dewa empat muka, dan patung dewa empat muka itu berasal dari sumbangan keluarga Ketua Penilik Domisioner Kelenteng Tuban Alim Sugiantoro, istri Henny Pudji Astuti, dan didukung beberapa pihak keluarga. (ASA)