JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Lokasi Penemuan Korban Hanyut Sungai Belik Pucung Berjarak 37 Kilometer Dari TKP, Ditemukan Satpam di Perairan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Pehobi mancing menyusuri pinggir genangan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Korban hanyut Sungai Belik Pucung, Suharni (43) ditemukan sekitar 37 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

Korban yang merupakan Dusun Gondanglegi, Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, itu hanyut di Sungai Belik Pucung tak jauh dari kediamannya. Sementara jasadnya ditemukan perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Jarak ditemukannya jazad ibu tiga anak itu dari TKP mencapai sekitar 37 kilometer.

“Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan operasi SAR yang dimulai dari 31 Oktober hingga 2 November,” kata Ketua SAR Wonogiri Agus Widodo, melalui Kepala Bidang Operasi Tri Cahyana, Selasa (3/11/2020).

Dengan ditemukannya jasad Suharni proses pencarian atau operasi ditutup pada Senin (2/11) malam. Dia mengatakan, tubuh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.39 WIB. Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri untuk dilakukan visum. Dari hasil visum tersebut, dipastikan jenazah tersebut merupakan jasad korban Suharni.

Baca Juga :  Jaga Independensi, Silaturahmi MUI Wonogiri Bersama Bupati Digelar Pasca Pilkada 9 Desember 2020

Menurut salah satu anggota SAR Wonogiri yang turut melakukan pencarian, Mursito Wisnu, korban pertama kali ditemukan oleh salah satu Satpam atau penjaga alat berat yang tengah digunakan untuk mengerjakan proyek di WGM. Kawasan itu tengah ditutup sehingga tidak ada orang umum yang bisa masuk ke area itu.

Sekitar pukul 17.30 WIB, salah satu Satpam di sekitar kawasan proyek itu melihat ada jenazah yang mengapung di genangan air. Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polres Wonogiri. Selanjutnya, Polres Wonogiri berkordinasi dengan Polsek Girimarto. Pasalnya, di wilayah tersebut ada warga yang hanyut di sungai dan belum diketemukan.

Baca Juga :  Benarkah Obyek Wisata di Wonogiri Bakal Dibuka Kembali? Simak Penjelasan Berikut ini Kuy

Menurut dia, jauhnya jarak penemuan jazad dari lokasi kejadian cukup masuk akal. Karena arus air cukup deras. Selama tiga hari pencarian, dari Sabtu (31/10) hingga Senin (2/11), terjadi hujan deras di wilayah Wonogiri, termasuk di lokasi pencarian.

“Selain itu arus air di sungai tidak hanya terdorong dari Girimarto, namun juga terdorong arus air dari Kecamatan Jatipurno. Jadi memang cukup deras,” sebut dia. Aria