JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PA 212 Demo Siang Ini, Ajak Kepung Kedubes Prancis

ilustrasi
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagai bentuk protes kepada pemerintah Prancis yang membiarkan Majalah Charlie Hebdo membuat karikatur Nabi Muhammad SAW, Persatuan Alumni 212 (PA 212) akan menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Prancis di depan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020) siang.

“Ayo, kepung Kedubes Prancis!” ujar poster ajakan demo yang dikirimkan Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada Tempo, Senin (2/11/2020) pagi.

Selain mengajak mengepung Kedutaan Prancis, dalam tuntutannya massa juga mengajak masyarakat memboikot produk buatan Prancis.

Novel menjelaskan demonstrasi itu akan dimulai setelah ibadah solat zuhur berjamaah dan juga sekaligus merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Walikota Cirebon, Nashrudin Azis Umumkan Diri Positif  Covid-19

Soal estimasi massa yang akan hadir dalam demo tersebut, Novel belum bisa merincinya secara pasti.

“Diperkirakan puluhan ribu hingga ratusan ribu massa yang datang,” ujar Novel.

Selain di Indonesia, unjuk rasa mengecam pemerintah Prancis juga terjadi di beberapa negara-negara yang mayoritas penduduknya umat Islam. Sejumlah demonstran yang turun ke jalan menyerukan boikot untuk produk-produk asal Prancis.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai tidak menghormati Islam dan komunitas umat muslim di seluruh dunia.

Baca Juga :  Kuota Penumpang Pesawat Akan Dinaikkan dari 70 Persen Menjadi 85 Persen

Macron disebut telah menyerang lebih dari dua miliar umat Islam di seluruh dunia dan memicu perpecahan di kalangan umat beragama di dunia.

“Kebebasan berekspresi tidak seharusnya tidak dilakukan dengan cara menodai kehormatan, kesucian, nilai-nilai kesucian agama dan simbol (agama),” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan karikatur Nabi Muhammad yang kontroversial.

Sejumlah negara telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara termasuk Kuwait, Qatar dan Turki.

www.tempo.co