JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Rela Menahan Sakit Demi Bertemu Mertua, Perjuangan Pengantin Baru Tenaga Kesehatan Asal Sragen Akhirnya Kandas. Sempat Masuk Klinik lalu Kolaps di Jalan Hingga Meninggal Bersama Bapak Ibunya

Dari kiri ke kanan. Wajah almarhumah pengantin perempuan saat resepsi pernikahan, proses pemakaman bapaknya dan ibunya yang semua terpapar covid-19. Foto kolase/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah duka pernikahan di Desa Wonorejo, Kal (60) berujung meninggalnya pengantin perempuan berinisial LID (28), bapaknya, SUD (60) dan ibunya, S (57), menyisakan cerita pilu.

Tak hanya kepergian ketiganya yang beruntun hanya dalam lima hari, meninggalnya LID juga menguak cerita semangat besarnya untuk bertemu mertua di Wonogiri, meski dalam kondisi sakit.

Kades Wonorejo, Edi Subagyo mengatakan sebelum berangkat boyongan ke mertuanya di Selomarto, Wonigiri, LID sebenarnya sudah sempat mengeluh sakit.

Agenda boyongan itu dilaksanakan 26 Oktober atau dua hari setelah pernikahannya di Wonorejo Kalijambe. Saat rombongan pengantin diiringi keluarga mulai berangkat, LID kemudian mengeluh tak enak.

Ia bahkan sempat dibawa ke klinik sekitar satu kilometer dari rumahnya di Kalijambe. Meski demikian, ia tetap berjuang untuk melanjutkan perjalanan ke Wonogiri.

“Namun di tengah perjalanan sudah nggak kuat sehingga langsung dilarikan ke RSUD Moewardi,” kata Edi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Sempat dirawat di rumah sakit Moewardi Solo, LID akhirnya gagal diselamatkan dan dinyatakan positif terpapar covid-19.

Baca Juga :  Setelah Ratusan Petugas Mundur, 350 Petugas KPPS di Sragen Juga Ketahuan Reaktif Rapid Test. Sudah 4 Petugas Positif, Sebagian Menolak Dirapid dan Diswab! 

Perempuan muda yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan rekam medik di Puskesmas Cakung Jakarta itu meninggal pada Kamis (5/11/2020) malam.

Kemudian ibunya menyusul meninggal sehari kemudian, Jumat (6/11/2020) pagi dan hasil swab positif. Sedangkan ayahnya, Pak Modin, juga meninggal Senin (9/11/2020) petang dan hasil swab juga positif.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengatakan, ibunda LID sempat menjalani perawatan di RSUD Ngipang Solo. Sementara ayahnya sempat dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong.

Menurutnya keduanya diduga kuat terpapar dari putrinya. Sedangkan LID atau si pengantin, dimungkinkan terpapar di lokasi kerjanya di Jakarta.

Terlebih, LID sempat melakukan perjalanan dari Jakarta dan pulang dua hari sebelum pernikahan. LID diketahui pulang tanggal 22 Oktober dan kemudian menikah 24 Oktober.

“Dua-duanya kemungkinan terpapar dari anaknya. Sementara anaknya kemungkinan terpapar dari Jakarta karena bekerjanya di Jakarta,” terangnya.

Hargiyanto mengaku sudah melakukan tracing terkait temuan kasus ini. Tracing dilakukan kepada 113 warga Desa Wonorejo.

Seluruh warga yang sudah dilakukan tes swab, lanjutnya, diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Dari klaster hajatan ini, sudah ada dua warga ibu dan anak tetangga almarhum yang positif dan dirawat di RSUD Gemolong.

Baca Juga :  Meledak Lagi, 37 Warga Sragen Terpapar dan 1 Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Covid-19 Melejit Jadi 1.392, Sudah 122 Warga Meninggal Dunia

“Nanti jika hasilnya ada yang positif baru kita lakukan intervensi,” tandasnya.

Kepala Edi kembali menyampaikan LID selama ini diketahui bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas di daerah Cakung, Jakarta.

Dia pulang ke rumahnya tanggal 22 Oktober, dengan maksud akan melangsungkan pernikahan.

“Tanggal 24 Oktober dilangsungkan ijab dan resepsi kecil-kecilan. Hanya mengundang tetangga kampung. Memang terkait hajatan, kalau tidak besar dan memenuhi protokol kesehatan kami memberikan izin,” ujarnya.

Karena ada ratusan warga yang dinyatakan kontak erat, Edu mengaku sudah mengedukasi warga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Warga sekitar juga memberikan supportnya dengan memberikan bantuan bahan pangan kepada warga yang sedang menjalani isolasi.

“Tadi pagi ibu-ibu PKK sudah memberikan sayuran. 17 RT juga sudah urunan untuk membantu,” pungkas Edi. Wardoyo