JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tambah 58 Warga Positif dan 2 Meninggal, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.432 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Genap Tembus 200 Orang

Prosesi pemakaman dengan protokol covid-19. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Minggu (29/11/2020) petang ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 1.432 atau bertambah 58 kasus baru dalam 2 hari terakhir.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Minggu (29/11/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 1.432 orang.

Baca Juga :  Selama PSBB Pedagang Sayur Keliling di Karanganyar Boleh Jualan. Tapi Bupati Keluarkan Ancaman Bagi yang Ngeyel Tak Taat Prokes, Nih Sanksinya!

Dari jumlah kasus itu, 326 orang masih dirawat, 1021 sembuh dan 85 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.628 pasien.

Dari jumlah itu, 2503 orang dinyatakan selesai pantauan, 67 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 200 orang atau tambah dua orang dalam dua hari terakhir.

Rinciannya 85 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 57 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Berikut Daftar 89 Warga Sragen yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Ada 10 Masih Anak-anak, Kecamatan Sidoharjo, Ngrampal, Gondang, Karangmalang dan Sragen Kota Terus Meledak!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo