JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Seorang Gelandangan Ditemukan Meninggal di Trotoar Pasar Induk Kota Purwodadi, Diduga karena Sakit dan Kelaparan

Petugas medis bersama petugas Polsek Purwodadi dan Tim Inafis Polres Grobogan mengevakuasi jenazah gelandangan yang ditemukan meninggal dunia di trotoar dengan menerapkan SOP protokol kesehatan secara ketat pada Minggu (13/12)/2020). Istimewa

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang gelandangan dengan kondisi cacat permanen dan dengan keterbatasan dalam berkomunikasi ditemukan meninggal di trotoar di depan Pasar Induk Kota Purwodadi, Grobogan, Minggu (13/12/2020).

Diduga gelandangan berjenis kelamin laki-laki itu meninggal karena kelaparan dan sakit.

“Kemungkinan bisa karena sakit dan kelaparan,” terang Joko salah seorang warga tidak jauh dari lokasi saat proses evakuasi di lokasi kejadian

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, berdasarkan hasil olah TKP di lokasi penemuan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada jenazah gelandangan tersebut. Jenazah langsung dibawa ke RSUD DR. R Soedjati Soemodiarjo Purwodadi.

Hingga kini polisi belum mengetahui pasti identitas jenazah. Hanya saja oleh para pedagang pasar di sekitar biasa mennyebut dengan panggilan Penceng.

Sebelum ditemukan meninggal, warga sekitar lokasi kerap melihat gelandangan tersebut beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan jasad pria diketahui kali pertama oleh Ulfatun (42), seorang pedagang di kawasan terminal angkutan kota. Pada saat itu, Ulfatun hendak pergi ke pasar untuk berbelanja dan melewati trotoar tempat korban sering mangkal.

Baca Juga :  Halodoc Buka Layanan Drive Thru Tes Covid-19 di Semarang

Kecurigaannya terarah pada saat pria yang akrab disapa Penceng itu, tergeletak seperti tidur tanpa bergerak seperti biasanya. Ulfatun langsung memberitahukan kepada pedagang lainnya yang ada di sekitar lokasi kejadian. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Peristiwa penemuan jenazah tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kota Purwodadi.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, petugas dari unit Reskrim Polsek Kota Purwodadi dan tim inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut.

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Soedjati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Purwodadi, AKP Sudarwati saat dikonfirmasi menjelaskan, setelah dilakukan olah TKP di lokasi kejadian bersama tim Inafis dari Polres Grobogan bersama petugas medis mengevakuasi jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Soedjati Purwodadi. Proses evakukasi dengan menerapkan SOP protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga :  Disekolahkan Jurusan Farmasi, Asisten Apoteker Ini Malah Khilaf Jadi Pengedar Pil Koplo. Terpaksa Harus Nginap di Penjara Dech!

Ia memastikan berdasarkan hasil olah TKP di lokasi kejadian dan pemeriksaan fisik tim medis RSUD dr. Soedjati tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan pada jenazah. Diduga korban meninggal karena sakit

“Dari hasil pemeriksaan fisik oleh tim medis RSUD dr Soedjati Purwodadi dan tim inafis Polres Grobogan, tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal karena sakit,” terang dia.

Sementara menurut keterangan Belli (55), warga setempat, korban memang seorang gelandangan dengan cacat permnen sejak lahir.

“Dari informasi warga sekitar, korban merupakan gelandangan yang menderita cacat permanen sejak lahir, tidak bisa bicara dan susah berjalan. Sehari-hari, korban ini bertempat dan tidur di trotoar depan Pasar Induk Purwodadi,” pungkas AKP Sudarwati. Arya

Berita ini telah tayang di https://grobogan.JOGLOSEMARNEWS.COM /2020/12/347631/