JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Berelasi Melalui Seni, Dosen UNS Jajaki Pameran Internasional

Jazuli Abdin Moenib
Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS), Jazuli Abdin Moenib, S.Sn., M.Hum. Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sekali dayung satu, dua, tiga pulau terlampaui, menjadi satu peribahasa yang sesuai menggambarkan perjalanan Jazuli Abdin Moenib, S.Sn., M.Hum. dalam berkarier di dunia seni. Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini telah berkarier selama kurang lebih 20 tahun dan berhasil menghasilkan beragam karya.

Sebelum menjatuhkan pilihannya pada bidang ilustrasi dan animasi, Moenib, panggilan akrab beliau, menjelaskan untuk menemukan spesialisasinya itu ia mengikuti passion dan keinginannya. Lulusan Desain Grafis Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS atau kini lebih sering dikenal dengan Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD UNS ini menceritakan semasa kuliahnya dulu ia mendapatkan ilmu seni dan desain yang beragam. Hal tersebutlah yang menjadi bekalnya hingga saat ini.

“Waktu di S1 saya mendapatkan ilmu seni & desain yang sangat beragam. Menurut saya ini pasti sangat bermanfaat untuk kedepannya, maka saya menggeluti semua ilmu yang ada di DKV UNS. Pada waktu Semester Akhir saya preference untuk lebih fokus ke bidang ilustrasi dan animasi,” tuturnya, Senin (4/01/2021).

Dalam perkembangannya selama 10 tahun terakhir, Moenib banyak melahirkan karya seni desain logo dan lukis. Beragam kompetisi dan pameran pernah diikuti oleh beliau baik di tingkat nasional maupun internasional. Enam puluh kemenangan pernah diraih Moenib sejak tahun 2012 lalu. Salah satunya adalah berhasil memenangkan sayembara logo dan material promosi untuk perusahaan analisis asal Amerika Serikat, Absolute Analytics by Michigan USA.

Baca Juga :  Senin Malam Jalanan Solo Lengang,  SE Walikota Ditanggapi Beragam

Selama masa pandemi dosen yang tercatat sebagai mahasiswa doktoral UNS ini tetap produktif menciptakan karya seni serta aktif mengikuti pameran. Menurut cerita yang disampaikan Moenib, terdapat beberapa pameran virtual yang paling berkesan diantaranya Pameran IVCE FSRD UNS, IVAE UiTM Malaysia, FilArt Philippine, Trakya Univ. Turkey, serta beberapa pameran di India dan Bangladesh. Karyanya tentang Intuisi Virus dan Cell yang dibuat pada tahun 2018-2019 berhasil masuk Top 10 Winner of International Art Contest, Show Your Talent 2020 di Philipine.

Sebelum masa pandemi, beberapa pameran juga pernah diikutinya yaitu 3 kali pameran & workshop International di Poh Chang Academy of Art, RMUTR Bangkok dan mendapatkan undangan dari Nakhon Ratchasima Province – Thailand untuk bergabung dalam pameran & workshop Korat International Exhibition. Bukan tanpa alasan perjalanannya ini tak hanya dilakukan untuk berkarya dan berprestasi, tetapi juga berelasi dengan seniman-seniman di Indonesia dan berbagai negara.

Baca Juga :  PPKM di Kota Solo, Rudy Beri Kelonggaran Usaha Kuliner, Tim Cipta Kondisi Temukan Hal Mengejutkan Ini

“Pameran yang saya ikuti memang variatif dan lebih banyak dilaksanakan di luar negeri, impiannya bukan di pamerannya, namun pada tujuan untuk meraih koneksi jaringan, khususnya seniman dan kurator di seluruh dunia,” imbuh Moenib.

Membuahkan hasil, saat ini Moenib telah tergabung dalam asosiasi atau kelompok seniman di tingkat Internasional. Beberapa diantaranya adalah ART SPECTRA India, SPPAA India, ASROPA Korea dan ISPARTA Turkey. Ia menjelaskan hal ini memberikan manfaat yang besar bagi perjalanan karirnya dan dampak bagi UNS sendiri. Relasi dengan seniman, kurator seni, dan tenaga pengajar akan memudahkan dirinya dalam melakukan proyek ke depan.

“Semakin banyak teman dan relasi di berbagai negara akan menambah link, pertukaran budaya, seni dan jaringan kerja sama lain baik personal, kelompok maupun kerja sama institusi atau universitas,” tukas Moenib.

Pada akhir tahun 2021 nanti, bersama dengan sivitas akademika di FSRD UNS, Moenib memiliki rencana untuk mengadakan kerja sama pertukaran dengan kelompok seniman dari dua atau tiga negara. Sejalan untuk mencapai target tersebut pada tahun ini seminar atau workshop akan digelar dengan mengajak pemateri dari beberapa universitas di Asia dan Eropa. Prihatsari