JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Didatangi Patroli Gabungan PPKM, Sejumlah Karyawati Toko di Sragen Kota Kedapatan Masih Buka di Atas Jam 19.00 WIB. Alasannya Ternyata Masih Nunggu Laki-laki!

Patroli PPKM oleh tim Satpol PP dan gabungan ke toko di Sragen Kota, Rabu (13/2/2021) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah toko di wilayah Sragen Kota menjadi sasaran patroli gabungan Satpol-PP bersama dengan Dinas Perhubungan dan TNI-Polri terus melakukan patroli, dalam rangka pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Rabu (13/1/2021) malam.

Meski mayoritas sudah tertib tutup pukul 19.00 WIB, namun masih ada satu dua toko non makanan yang terlihat masih buka di atas jam 19.00 WIB. Alasannya ternyata karena menunggu orang laki-laki untuk menutup pintu.

“Alhamdulillah hasil Patroli warga masyarakat sepanjang Sukowati sudah mulai sadar sesuai dengan edaran bupati. Mereka paham harus tutup jam 19.00. Hanya ada satu dua toko yang penjaganya waktu itu perempuan, sehingga mereka tidak bisa menutup rolling door sendiri dan masih menunggu temannya yang laki-laki untuk menutup toko,” papar Kepala Satpol PP Sragen, Heru Martono melalui Kasi Bina Potensi Masyarakat dan Sumber Daya, Joko Pinarmo, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga :  Lagi, 15 Warga Sragen Positif Terpapar dan 3 Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Positif Lampaui 4.000, 3.499 Sembuh dan 239 Meninggal Dunia

Joko menguraikan patroli dilakukan di toko-toko atau pelaku usaha sepanjang Jalan Raya Sukowati, angkringan dan beberapa titik di daerah yang berpotensi keramaian.

Sebelum patroli, tim gabungan terlebih dahulu mendapat briefing di halaman Kantor Bupati Sragen.

Joko menguraikan sesuai SE Bupati soal PPKM, jam operasional di tengah PPKM para pelaku usaha dibagi menjadi dua.

Pelaku usaha di luar makanan diminta tutup pukul 19.00 WIB, sementara bagi pelaku usaha yang berhubungan dengan makanan seperti angkringan dan tempat makan sampai dengan pukul 21.00 WIB.

“Kemarin kita sepakati dalam rapat untuk pelaku usaha di luar makanan itu tutup pukul 19.00. Kalau yang berhubungan dengan makanan seperti angkringan sampai pukul 21.00,” terangnya.

Baca Juga :  Bayar PKN Rp 2 Miliar, Terdakwa Korupsi Sragen Rahardyan Wahyu Dapat Diskon Pengurangan Hukuman Gede-gedean Sampai 4,5 Tahun. Langsung Lunasi Denda Rp 50 Juta dan Dieksekusi ke Penjara

Joko menyampaikan patroli sudah dilakukan selama tiga hari sejak pemberlakuan PPKM. Tujuannya untuk memastikan masyarakat utamanya pelaku usaha bisa melaksanakan sesuai edaran bupati.

Dari tiga hari patroli, ia menyebut secara umum kesadaran masyarakat untuk melaksanakan PPKM sudah tinggi. Kepatuhan memakai masker dan social distancing juga sudah banyak ditaati.

Ditambahkan Joko, tidak hanya di kota, patroli juga akan dilakukan menyasar ke daerah yang berpotensi. Di wilayah kecamatan patroli melibatkan trantib kecamatan, Polsek, Koramil hingga relawan.

“Kita harapkan untuk masyarakat hari mematuhi protokol kesehatan. Kalau istilah di kita, hanya sebuah masker bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena kasus positif masih tinggi dan ini RS kita penuh hingga technopark,” tandasnya. Wardoyo