JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Diduga Kelelahan dan Tertular Pasien, 18 Nakes di IGD RSUD Karanganyar Terpapar Covid-19. Sebelumnya 32 Nakes Puskesmas Kerjo Juga Positif dan Layanan ditutup

Ilustrasi petugas mengenakan pakaian APD untuk penanganan pasien covid-19. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran corona virus atau covid-19 di Karanganyar makin mengkhawatirkan.

Menyusul 32 tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai administrasi di Puskesmas Kerjo terkonfirmasi positif Covid-19, kini badai covid-19 juga melanda nakes di RSUD Karanganyar.

Sebanyak 18 nakes RSUD milik Pemkab Karanganyar itu dinyatakan terpapar Covid-19. Mereka ditengarai tertular saat melayani pasien di IGD.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati kepada wartawan, Selasa (19/1/2021) mengatakan para nakes RSUD yang positif Covid-19, kebanyakan bekerja di IGD.

Mereka diduga tertular dari pasien yang terkonfirmasi positif di IGD. Namun ia memastikan mayoritas nakes yang terpapar itu dalam kondisi kesehatan bagus alias tanpa gejala.

Baca Juga :  Sebanyak 114 Pelayan Publik Karanganyar Disuntik Vaksin Covid-19, Termasuk Anggota DPRD dan   Wartawan

“Nakes itu 85 persen kerja di IGD. Ada dokter, perawat dan sebagainya,” jelasnya.

Purwati mengatakan, banyaknya tenaga di instansi kesehatan yang terpapar Covid-19 karena imun tubuh menurut akibat kelelahan.

Ia menyebut hal itu terjadi seiring banyaknya kasus Covid-19 di masyarakat belakangan ini. Sehingga membuat mereka harus kerja ekstra dalam menangani pasien.

Sebelumnya, 32 nakes di Puskesmas Kerjo juga terpapar. Dampaknya pelayanan Puskesmas itu langsung ditutup untuk menekan penyebaran.

Penutupan ini menjadi Puskesmas keenam setelah sebelumnya ada lima Puskesmas yang ditutup karena pegawainya terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Air Mata Ratusan Ibu-ibu Tumpah Tangisi Kepergian Ustaz Ahmad Sukina

Ledakan kasus di Puskesmas Kerjo itu merupakan kasus terparah penularan virus itu di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) milik pemerintah di Bumi Intanpari. Jumlah kasus positif itu sepadan dengan 75 persen SDM-nya.

“Yang sisanya dipastikan kontak erat. Kita tidak bisa membiarkan tetap buka. Sementara mulai hari ini sampai tiga hari ke depan rawat inap dan IGD Puskesmas Kerjo ditutup. Melihat situasi kasusnya,” papar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyanti kepada wartawan Rabu (13/1/2021).

Kondisi positif itu terungkap dari hasil swab PCR para pegawai di Puskesmas Kerjo keluar pada Selasa sore (12/1/2021). Wardoyo