JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Miris, Bos-Bos Pengepul Anjing asal Gemolong Sragen Ternyata Semua Juragan Beras Besar dan Tajir Melintir. Mobilnya Bagus-Bagus, Muslim Juga dan Lingkungannya Sangat Agamis!

Ilustrasi orang kaya dan anjing. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nama Sragen menjadi sorotan di kalangan dunia kuliner hitam berbahan daging anjing. Tak dinyana, ternyata selama ini anjing-anjing yang diperjualbelikan untuk kuliner di Solo Raya, mayoritas dipasok dari Sragen.

Dinas Peternakan dan Perikanan pun bahkan menyebut bahwa ada pengepul atau pemasok anjing asal Gemolong Sragen. Ironisnya lagi, mayoritas pengepul yang memperdagangkan anjing-anjing itu ternyata adalah orang-orang tajir.

Mereka bahkan berprofesi sebagai juragan atau pemasok beras yang sering memasok ke Jakarta atau luar kota lainnya.

“Iya, dari 9 orang pengepul anjing skala besar di Gemolong itu rata-rata punya usaha beras semua. Mereka juragan beras besar yang memasok ke Jakarta dan sekitarnya,” papar Kabid Keswan Disnakkan Sragen, Toto Sukarno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga :  Perdaya 2 Siswi SMP di Tepi Sawah, Komplotan Begal Sadis Dibekuk Polisi Sragen. Terancam 13 Tahun Penjara

Yang lebih miris lagi, Toto mengungkap bahwa para pengepul yang mayoritas berdomisili di Ngembat Padas, Gemolong itu ternyata adalah orang kaya.

Selain itu, dari segi keyakinan mereka mayoritas adalah penganut agama Islam. Padahal dalam ajaran Islam, hewan anjing sudah ditegaskan haram untuk dikonsumsi.

“Semua rumahnya besar-besar dan kendaraannya bagus-bagus. Lucunya di rumahnya tidak ada anjingnya,” terang Toto.

Baca Juga :  Rekor, Ada Istri Menteri Beli Batik Tulis Sadewa Satu Lembar Rp 15 juta. Hanya Satu Jam Raup Rp 100 Juta

Fakta itu ia ungkap dari hasil investigasi dan pengecekan ke lapangan. Toto juga menyebut ata-rata pengepul itu berdomisili di lingkungan yang agamis dan di sekelilingnya juga berdiri masjid-masjid bagus.

“Di Mijahan itu lingkungannya juga sangat agamis. Kami nggak tahu, kenapa mereka memperjualbelikan anjing. Sudah berkali-kali kami mengumpulkan mereka dan diberi pemahaman bahwa itu salah dan tidak dibenarkan dari sisi agama. Tapi ya tetap nekat,” tandasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com