JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jateng Kembali Dinobatkan Sebagai Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengikuti acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021). Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik sebagai penggerak keuangan inklusif nasional oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setahun sebelumnya penghargaan yang sama juga diterima oleh Provinsi Jateng.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua OJK, Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

“Dalam kesempatan kali ini, kami memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa memperluas akses keuangan di daerah. Untuk kategori penggerak keuangan inklusif tingkat provinsi, pengargaan kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,” kata Wimboh.

Baca Juga :  Jadi Bandar Upal, Kakek Asal Mojo Dibekuk Polisi di Temanggung. Saat Ditangkap Bawa Satu Plastik Uang Palsu Rp 21 Juta, di Rumahnya Juga Ada!

Penghargaan juga diberikan kepada penggerak keuangan mikro syariah asal Kendal, Jawa Tengah, Sholahudin Humaidullah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan penghargaan itu merupakan kerja keras Pemprov dalam mendorong inklusifitas keuangan di Jawa Tengah.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Jateng agar keuangan kita makin inklusif. Sehingga, semua bisa mengakses keuangan dengan mudah,” jelas Ganjar.

Untuk mendorong program inklusifitas bidang keuangan, Ganjar juga bekerja sama dengan OJK di daerah untuk mengedukasi masyarakat. Banyak program yang sudah dijalankan, dan saat ini tinggal dilanjutkan.

Baca Juga :  Berdalih Amaliah Rusak Warung di Solo dan Minta Setoran Rp 400.000, 6 Orang Diduga Laskar Ditangkap Polisi. Kapolda Keluarkan Peringatan Keras!

“Maka kita ngajari anak-anak untuk menabung, mempermudah akses permodalan untuk UMKM dan lainnya. Kita memang konsen betul soal ini,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga mendorong kebiasaan cashless (pembayaran non-tunai) di masyarakat. Penggunaan teknologi di bidang keuangan diharapkan sebagai salah satu cara pengelolaan keuangan.

“Kita harapkan dengan adanya cashless , cara pengelolaan keuangan kita mulai menggunakan teknologi. Ada Fintech ( Financial Technology ) juga. Ini yang kita dorong agar sedini mungkin (masyarakat) memahami, pelaku usaha kecil juga bisa mengakses dengan mudah sehingga akses keuangan makin betul-betul merata,” pungkas Ganjar. Ris