JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Karya Cerpen Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Terbit di Balai Bahasa Maluku Utara

Salah satu pendidik dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Novi Saptina menggoreskan prestasinya di tengah masa pandemi. Salah satu karyanya berupa cerita pendek (cerpen) diterbitkan di Balai Bahasa Maluku Utara. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Salah satu pendidik dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Novi Saptina menggoreskan prestasinya di tengah masa pandemi. Salah satu karyanya berupa cerita pendek (cerpen) diterbitkan di Balai Bahasa Maluku Utara.

Cerpen Novi denhan judul “Uang 50 Juta” tersebut mengisahkan tentang tarik ulur keputusan seorang ibu membelanjakan uangnya di jalan Allah atau jalan dunia. Pertentangan yang kuat toh harus dipilih salah satu.

“Cerpen adalah cerita pendek, berisi cerita yang terjadi sehari- hari. Topiknya bisa RT masalah sehari- hari yang remeh temeh, tapi juga bisa bercerita tentang seni, budaya bahkan politik ataupun teknologi, namun dikemas dalam artikel cerita pendek, disebut cerpen, ada tokohnya, pelakunya, dan liku-likunya. Ada konflik bathin, yang akhirnya action mengambil keputusan,” tutur Novi, Selasa (5/01/2020).

Baca Juga :  Bank BRI Berikan Bantuan Sepeda Motor Pengangkut Sampah ke Unisri Surakarta

Setelah terpilih menjadi 100 terbaik pengkampanye bahasa Bangga Berbahasa Indonesia, Novi melebarkan karyanya menulis cerpen.

Dan Cerpennya diakui Balai Bahasa Maluku Utara, dan diterbitkan di majalah Bahasa dan Sastra Harmoni. Sebuah majalah yang memuat tulisan Bahasa Indonesia dan Satra, dibawah Kemendikbud Republik Indonesia.

Dikatakan oleh Novi, selalu produktif meerupakan salah satu tugas yang diemban sebagai pengkampanye bangga berbahasa Indonesia.

“Dan hal itu dimulai dari menulis cerpen. Ke depan saya juga ingin melebarkan kemampuan saya dengan menulis cerpen dengan bahasa dan sastra yang baku dan standart yang diukur oleh balai bahasa, setelah sudah berbagai karyanya opini, esai, feature, juga video pendek mendapat beberapa penghargaan dan kejuaraan,” tukasnya.

Baca Juga :  Percepat Link and Match, Kemendikbud Bakal Revitalisasi 900 SMK Berbasis Industri 4.0

Dari cerpen ini diharapkan akan melebarkan sasaran pada pecinta cerpen untuk mensosialisasikan tema lebih luas lagi dengan kemasan cerpen.

“Khususnya dalam berbahasa Indonesia yang baik. Namun juga melalui cerpen bisa disampaikan isu- isu nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi penduduknya tersebut.

“Walaupun usia sudah tidak produktif, namun pendidik kami tetap berinovasi dan produktif. Silakan bu Novi bisa berkolaborasi dengan pedalangan, musik, dan olahraga,’’ pungkasnya. Prihatsari