JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

2 Tenaga Kesehatan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Ketua Tim Riset Minta Diungkap Penyebabnya!

Ilustrasi saat Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menyuntikkan vaksin covid-19 ke pejabat dan PNS Senin (22/2/2021). Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah vaksinasi dengan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, dua orang tenaga kesehatan Indonesia dilaporkan meninggal dunia.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin CoronaVac fase akhir dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Kusnandi Rusmil menduga kasus itu tidak terkait dengan vaksinasi.

“Kalau ada yang meninggal beberapa hari setelah suntikan barangkali bukan karena suntikan mungkin ada penyakit lain,” kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unpad itu, Selasa 23 Februari 2021.

Baca Juga :  Gempa Cianjur Dijadikan Objek Wisata Bencana, Warga Pun Pasang Papan Pengumuman

Kusnandi mengatakan reaksi berat dari vaksinasi Covid-19 yaitu anafilaktik. Kasusnya jarang terjadi, sekitar 1-2 per 1 juta orang yang divaksin.

Anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat hingga membuat orang pingsan setelah disuntik. Biasanya, kata Kusnandi, semakin cepat muncul reaksinya setelah vaksinasi maka penyakit itu semakin berat.

“Itu terjadinya dalam 30 menit pertama, semakin lama muncul reaksinya makin ringan,” ujarnya.

Karena itu, setelah penyuntikan petugas akan menahan orang yang disuntik selama 30 menit sebelum dibolehkan pulang.

Baca Juga :  Kasus Gagal Ginjal Akut, Pemilik CV Samudra Chemical Dicekal Keluar Negeri

Setelah penyuntikan, dosis pertama belum maksimal membangun antibodi.

“Kekebalan setelah dua minggu suntikan kedua,” kata Kusnandi.

Sebelum mencapai masa itu, orang yang divaksin masih berisiko terpapar Covid-19. Setelah dosis atau suntikan pertama, ada rentang waktu 14 hari sebelum disuntik dosis kedua.

Dengan kata lain, setelah 28 hari suntikan perdana, vaksin baru maksimal membuat antibodi.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com