JOGLOSEMARNEWS.COM KOLOM

Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Melalui Video Pembelajaran


Oleh: Novi Erlyana, S.Pd


Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tidaklah semudah yang kita bayangkan, permasalahan yang sering ditemui oleh guru adalah kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh atau disebut dengan istilah KBM Online.

Keadaan tersebut menyebabkan menurunnya motivasi, aktifitas dan hasil belajar siswa.

Guru (pendidik) adalah sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa (Ahmadi 1977).

Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu.

Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.

Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya tidak ketinggalan jaman.

Pada saat melakukan pembelajaran jarak jauh dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas X di SMK Negeri 1 Kaliwungu pada semester genap 2020/2021 ditemui beberapa kendala.

Situasi ini membuat guru untuk memilih media pembelajaran video sebagai sarana menyampaikan materi Bahasa Inggris yang membutuhkan penyampaian secara verbal/langsung kepada peserta didik.

Alasan memilih media video ini adalah dirasanya menarik untuk peserta didik mengikuti pembelajaran sehingga menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan mampu meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar Bahasa Inggris.

Baca Juga :  Hai Kawan, Percayalah : Pers & Wartawan Never Die

Alasan yang berikutnya dalam pemilihan video sebagai media pembelajaran adalah adanya indikasi peserta didik mengalami penurunan semangat belajar.

Ini terbukti dari tingkat kehadiran dalam keaktifan kehadiran dan penyelesaian tugas tugas selama pembelajaran jarak jauh.

Oleh karena itu, penulis harus segera mencari alternatif jalan keluar untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Dengan harapan meningkatkan motivasi peserta didik keaktifan dalam mengikuti pembelajaran online, pemahaman materi serta ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dalam hal ini, video belajar yang dimaksud adalah, penulis membuat, mengambil rekaman dengan menyampaikan materi yang terkait menggunakan fasilitas teknologi.

Sehingga menghasilkan video pembelajaran yang menarik, karena peserta didik seolah bercakap cakap langsung dengan guru nya dalam penyampaian materi.

Tujuan pembuatan video pembelajaran oleh penulis adalah untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan interaktif.

Sehingga tercapailah tujuan pembelajaran sesuai dokumen rancangan pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan kompetensi yang telah dibuat.

Langkah langkah pembelajaran yang menerapkan video sebagai sumber belajar kedua setelah buku paket/handout adalah, melalui Whatsapp Group (WAG), guru membuka pembelajaran, menyapa dan berdoa menyampaikan tujuan pembelajaran beserta penilaiannya.

Kemudian guru membagi tautan video belajar yang telah dibuat oleh guru sendiri kepada peserta didik, untuk dicermati, dipahami.

Lalu kemudian diikuti petunjuk belajar dan perintah perintah yang ada dalam video tersebut. Setelah menyimak paparan materi melalui video guru memberikan tugas berupa soal-soal sebagai refleksi materi yang telah disampaikan di video belajar tersebut.

Tugas dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan melalui kegiatan asynchronous, guru memberikan penguatan dan motivasi serta apresiasi dan tidak lupa selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan, melakukan protokol kesehatan dengan melakukan Gerakan 5M.

Baca Juga :  Perpanjangan PPKM Ketat 5 Hari, Jalan Tengah Presiden Jokowi

Pemilihan pembelajaran menggunakan video ternyata memberikan dampak kemajuan bagi peserta didik dibuktikan dengan tingkat kehadiran yang membaik.

Keaktifan dalam berdiskusi secara interaktif dalam WAG mengenai materi yang disampaikan dalam video belajar, keaktifan dan kedisplinan peserta didik dalam penyelesaian tugas tepat waktu yang diberikan guru.

Peningkatan hasil belajar peserta didik di kelas X terlihat setelah guru mengkoreksi tugas dari keseluruhan peserta didik dalam 1 kelas yang berjumlah 34 peserta didik dan semuanya mendapatkan nilai di atas KKM dengan nilai rata rata 65.

Sehingga media video pembelajaran ini dirasa sangat baik untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. (*)

Penulis adalah Guru di SMK Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Semarang