JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Dugaan RSUD Covid-kan Pasien, Polres Karanganyar Segera Panggil Saksi-saksi


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan RSUD Karanganyar yang dituduh meng-Covid-kan pasien atas nama Suyadi (67), warga Nglano, RT 03/04 Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar mendapat perhatian serius dari Satreskrim Polres setempat.

Dalam  minggu ini, saksi korban akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan polisi.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan, pihaknya sudah melengkapi berkas kelengkapan penyelidikan guna diterbitkannya Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP).

” Kelengkapan berkas sudah siap dan segera Minggu ini kami panggil saksi-saksi secara bertahap guna pemeriksaan,” tandasnya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga :  Tragedi Keracunan Takjil di Karangpandan, Satu Warga Meninggal Dunia, Tinggal 9 Warga yang Masih Dirawat

Menurut Kasatreskrim, untuk urutan pertama yang dipanggil adalah saksi-saksi korban terlebih dulu. Selanjutnya saksi terkait hingga Direktur RSUD.

“Ya tunggu saja nanti hasilnya ini pemeriksaan segera dimulai,” ungkapnya.

Sementara itu pengacara korban Astri Purwanti mengaku lega terhadap respon cepat Polres Karanganyar terhadap pelaporan kasus tersebut.

“Kami hanya mencari keadilan terhadap masalah ini karena upaya mediasi tidak pernah membuahkan hasil sehingga klien kami melaporkan pada polisi,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Karanganyar dr Iwan Setiawan menegaskan RSUD membuka lebar jalur mediasi dan kekeluargaan karena kasus ini hanya kesalahpahaman.

Baca Juga :  Indahnya Toleransi. 30 Personel Umat Hindu dan Kristen Berpartisipasi Menjaga Sholat Ied di Lapangan Kemuning, Karanganyar

“RSUD mengajak keluarga pasien almarhum Suyadi untuk menyelesaikan via jalur mediasi. Dan kami serius menunggu sambutan respon pihak keluarga pasien,” ungkapnya.

Sebagai informasi,  pengacara Asri Purwanti melaporkan RSUD Karanganyar ke Polres setempat dengan tuduhan sengaja mengcovidkan pasien Suyadi (69) warga Nglano Rt03/04, Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar pada 22 Oktober 2020.

Kasus itu baru dilaporkan Jumat (26/02) pekan lalu setelah keluarga baru membuka kembali dokumen dari rumah sakit. Beni Indra