JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Duka Sragen, Satu Kru KRI Nanggala yang Hilang Kontak Ternyata Berasal dari Karangmalang. Bernama Sertu Bambang, Keluarga Berdoa Semoga Cepat Ditemukan

Kenangan foto Sertu Bambang Priyanto semasa pendidikan. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali dua hari lalu, turut membawa kabar duka ke Sragen.

Satu di antara 53 kru kapal tersebut diketahui berasal dari Sragen. Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kru itu diketahui bernama Bambang Priyanto (40) asal Dukuh Ngadirejo RT 30/13, Desa Kroyo, Karangmalang, Sragen.

Dari keterangan keluarga, pria berpangkat Sertu itu turut masuk daftar kru di KRI Nanggala. Kakak kandung Bambang, Sri Rahayu (45) menuturkan kali pertama mendengar kabar dari berita di televisi.

Setelah itu, ia berinisiatif mengkroscek ke istri Bambang, Heppy Listyowati yang saat ini berdomisili di Perumahan Surabaya. Dari keterangan sang istri, membenarkan bahwa Bambang memang berada di kapal itu.

“Begitu saya lihat berita TV, saya langsung telepon kantor istrinya. Dia bilang benar, Bambang ikut kapal itu, berangkat Senin kemarin habis sahur. Dia njawab telepon sambil nangis, saya juga nangis,” ujar Sri ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , di rumahnya, Jumat (23/4/2021).

Bersamaan kabar itu, Sri menyebut suaminya yang bertugas di pelataran Samarinda, juga sempat kontak dan menanyakan kepastian kabar itu.

Baca Juga :  Sragen Masuk PPKM Level 3, Kapolres Imbau Warga Tak Terprovokasi Ajakan Demo. Dua Provokator Sudah Ditangkap Polda

Setelah mendapat kabar adiknya masuk di kru kapal, Sri mengaku sangat bersedih. Seluruh keluarga besar juga turut terpukul dan saling komunikasi memantau perkembangan informasi.

“Siapa nggak sedih Mas. Nek genah loro Ndang ditambakne. Ini di kapal dan hilang kontak. Harapan saya mudah-mudahan Ndang ketemu dan kembali ke keluarga dalam keadaan sehat,” ujarnya sembari menyeka air mata.

Kakak kandung Sertu Bambang, Sri Rahayu saat menunjukkan foto. Foto/Wardoyo

Sri kemudian menuturkan Bambang adalah adiknya yang paling bungsu dari enam bersaudara. Di mata keluarga, sosok Bambang dikenal sebagai pribadi yang ramah, disiplin dan penyayang.

Bahkan dari lima saudara, Bambang termasuk anak kesayangan almarhum ibunya, Sujiyem.

Sebelumnya, ia kali terakhir bersua Bambang saat pulang ke Sragen di acara peringatan 100 tahun meninggalnya ibunya pada 18 Maret 2021 lalu.

“Sejak lulus SMK dan diterima sekolah angkatan laut dia langsung pindah ke Surabaya sekitar 20 tahun lalu. Lalu setelah tugas menikah dan tinggal di perumahan Surabaya. Kemarin sempat pulang 100 hari ibu, dia balik lagi ke Surabaya 20 Maret kemarin. Itu terakhir kami ketemu,” terang Sri.

Baca Juga :  Kisah Pilu Perjuangan Ibu Muda asal Sragen Bertaruh Nyawa Jalani Persalinan Dalam Kondisi Positif Covid-19. Bayinya Selamat, Sang Ibu Meninggal Tanpa Sempat Melihat Sang Buah Hati

Saat ini, keluarga terus berdoa agar kapal segera ditemukan dan semua yang ada di dalamnya selamat.

Sri mengaku masih optimis sampai hari terakhir batas stok oksigen Sabtu (24/4/2021) kapal akan bisa ditemukan.

“Optimis mudah-mudahan masih ada harapan. Apalagi Pak Prabowo bilang optimis ada bantuan kapal dari Singapura juga. Ini nanti jam 16.30 WIB, kami akan gelar doa bersama di kediaman bapak,” tandasnya. Wardoyo