JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Masih Terjadi Kerumunan di Beberapa Pasar Ramadan di Yogyakarta, Pemkot Lakukan Evaluasi

Pedagang melayani pembeli kolang-kaling di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (14/4/2021).  Republika

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan evaluasi terhadap pelaksaan pasar Ramadan 1442 Hijriah. Dari data laporan sementara, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan banyak pasar Ramadan yang bisa menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

“Banyak pasar Ramadhan yang bisa menjalani protokol Covid-19, sehingga tidak terjadi kerumunan,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021) malam.

Meski begitu, Heroe menyebut masih ada pasar yang belum mampu mengatasi kerumunan.

Baca Juga :  Lebaran, Pemkab Sleman Tutup Sejumlah Destinasi Wisata di Kaki Merapi dan Candi

Hal tersebut masih menjadi perhatian dan evaluasi, saat ini juga masih dilakukan dengan pengetatan mekanisme pelaksanaan pasar Ramadan.

“Artinya meskipun panitia sudah mencoba, tetapi pada kenyataannya masih menimbulkan kerumunan, maka perlu dievaluasi,” ujarnya.

“Misalnya pembatasan hari buka dalam sepekan hanya tiga kali saja,” jelas Heroe.

Selain itu, pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke pasar Ramadan juga menjadi pilihan lain untuk mengatasi kerumunan. Termasuk penutupan sejumlah arus jalan yang memiliki potensi kerumunan juga dapat diterapkan di pasar Ramadhan.

Baca Juga :  Tambah 154 Kasus, Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Jadi 41.358 Kasus. Lima Pasien Meninggal

“Jadi ada batas maksimal yang boleh masuk di area pasar Ramadhan dan pembatasannya adalah dengan jumlah yang dipastikan tidak menimbulkan kerumunan,” kata Heroe.

Direncanakan, pekan ini akan diterapkan hasil dari evaluasi yang saat ini tengah dilakukan. Diharapkan, dengan adanya pembatasan-pembatasan dan kebijakan lainnya di pasar Ramadhan dapat meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Sedang kita evaluasi dan akan segera kita terapkan kebijakan pengetatan yang memungkinkan untuk diterapkan. Sehingga, mencegah kerumunan, sebab kasus Covid-19 saat ini belum beranjak turun lagi,” ucap dia.

www.republika.co.id