JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Berkaca Dari Daerah Lain, DKK Solo Waspadai Klaster Reuni

Ilustrasi penyebaran virus corona atau covid-19. Pixabay


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus covid-19 karena kegiatan reuni. Kondisi tersebut berdasarkan pengalaman dari beberapa daerah lain di luar Kota Solo.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, selain belajar dari pengalaman daerah lain, pihaknya juga menemukan riwayat epidemiologi pasien covid-19 di Solo yang mengikuti kegiatan reuni. Untuk itu, pihaknya tidak mau hal itu kemudian menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus aktif covid-19 di Solo.

“Memang ada riwayat mengikuti reuni saat diselidiki. Selain reuni, kegiatan yang perlu diwaspadai ya silaturahmi, halal bihalal dan sejenisnya. Lha gimana, pasca lebaran, mudik tidak boleh, tetapi silaturahmi, halal bihalal, reuni. Ketemuan, ngobrol, nyanyi-nyanyi,” paparnya, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga :  Ibu Hamil, Orang Tua dan Anak Di Bawah 5 Tahun di Solo Dilarang Masuk Pasar, Mal dan Ruang Publik Lainnya

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui adanya lonjakan kasus covid-19 di Solo pasca lebaran ini.

“Ada lonjakan, tapi tidak menakutkan. Masih bisa dikendalikan. Termasuk klaster di dekat rumah saya itu (Sumber) yang masih terus diwaspadai. Masih terus kami monitor, doakan tidak ada penambahan,” pungkasnya.

Di sisi lain, berdasarkan data Satgas Covid-19 Solo, klaster bukber di Kelurahan Sumber per Jumat (28/5/2021) ini bertambah enam kasus baru. Total 57 orang terpapar covid-19 dalam klaster tersebut.

“Tapi 51 orang sudah sembuh, jadi tinggal enam orang dikarantina. Itupun ekor kasus,” pungkas Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Solo, Ahyani. Prihatsari