JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Luar Biasa, Omzet Pedagang Bakso Wonogiri Melesat 3 Kali Lipat Saat Larangan Mudik di Kala Pandemi COVID-19. Sampai Kewalahan Penuhi Permintaan Pelanggan Loh, Begini Kisah dari Maryanto SBY Sang Ketua Papmiso Indonesia

Maryanto alias Yanto SBY menunjukkan bakso frozen kreasinya. Foto : istimewa
PPDB
PPDB
PPDB

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pageblug alias pandemi COVID-19 disebut-sebut meluluhlantakkan semua sendi kehidupan, termasuk perekonomian. Bejibun sudah bisnis yang merugi bahkan harus gulung tikar diterjang pageblug.

Namun, di balik itu ternyata dengan selalu berkreasi dan berinovasi, bisnis justru bisa meraup untung besar saat pandemi melanda. Bukan cuma naik 50-100 persen, omzetnya bahkan meroket hingga tiga kali lipat. Ini terjadi terutama ketika larangan mudik Lebaran diterapkan.

Penasaran?Simak nih pemaparan pemilik usaha yang meraih untung besar itu. Dialah pemilik usaha bakso dengan kibaran bendera Soto Bakso Yanto (SBY) yakni Pak Maryanto alias Pak Yanto SBY.

Menurut Pak Yanto, pageblug Corona memaksa semua pihak untuk berpikir kreatif supaya bisa bertahan. Tentu saja ini berlaku bagi para pedagang bakso yang konon adalah makanan khas asli Kota Mete.

Pria 49 tahun, warga asli Dusun Weru, Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, ini mengungkapkan sudah sejak lama dia mendirikan sejumlah warung bakso di Bekasi dan Subang. Dia menceritakan, saat awal pandemi dulu warung bakso SBY yang ada di Ruko Permata Hijau Permai Blok BR 1 No. 11,12 Kelurahan Kali Abang Tengah Bekasi Utara Kota Bekasi sempat sepi. Ini imbas adanya imbauan supaya warga tetap di rumah saja.

Baca Juga :  Mau Pizza Tipis yang Asli Bikinan Pria Venezuela-Brazil? Coba Nih di Venez Pizzeria Wonogiri Bercitarasa Indonesia Banget Harganya Terjangkau

“Yang di Subang juga tidak jauh beda,” kata dia saat dihubungi wartawan di Wonogiri melalui sambungan telepon, Jumat (28/5/2021).

Berbagai pembatasan seperti kapasitas pengunjung juga otomatis membuat pendapatannya menurun. Tak mau karyawannya ikut terdampak, Maryanto memutar otak. Prinsipnya usaha yang menghidupi banyak mulut itu mesti tetap berjalan.

Pemikiran tersebut ditambah fakta bahwa pangsa pasar pecinta bakso di Bekasi sangat besar. Karena itu, dia kemudian berinovasi dan berkreasi hingga lahirlah akhirnya bakso dalam bentuk frozen food atau makanan beku.

Inovasi itu tentu saja menjawab para pecinta bakso yang mesti melaksanakan imbauan tetap di rumah saja. Pecinta bakso bisa menikmati bakso dengan memasaknya sendiri di rumah.

“Bakso beku yang dibuat ada beberapa jenis. Ada bakso halus, bakso urat hingga bakso ikan. Di dalam bungkusnya juga sudah dilengkapi bumbu serta sambal bakso. Jadi konsumen bisa memaknya sendiri secara instant di rumah,” beber pria murah senyum ini.

Bakso yang diberi brand Bakso Super Wonogiri itu dibandrol Rp 55 ribu rupiah untuk kemasan berisi 50 butir bakso. Berat bersihnya setengah kilogram. Jika disimpan di dalam freezer, bakso itu mampu bertahan hingga g dua bulan.

Baca Juga :  Lockdown Berakhir Warga Dusun Gedawung Desa Saradan Kecamatan Baturetno Wonogiri Sembuh dari COVID-19, Lantas Syukuran dengan Siraman Air Kendi

Dalam sehari, penjualannya bisa sampai 200 bungkus. Sampai sekarang masih bertahan membuat bakso frozen itu.

“Alhamdulillah sekarang ada resellernya dari jaringan teman-teman. Melayani pemesanan via telepon se-Jabodetabek. Ada mobil yang saya siapkan untuk mengirim bakso frozen ini,” kata pria yang juga ketua Paguyuban Pedagang Mi Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia itu.

Dia lebih lanjut menceritakan, para pedagang bakso seperti di Bekasi meraih untung karena larangan mudik Lebaran lalu. Pengunjung warung bakso, kata dia, malah melonjak.

Saat efek pelarangan mudik itu omzet warung baksonya naik pesat. Sayang dia enggan merinci omzetnya saat Lebaran dan hari biasa, namun yang jelas omzetnya naik tiga kali lipat. Dia dan karyawannya pun sampai kewalahan meladeni pengunjung.

“Karena itu malah kepingin setiap Lebaran dilarang mudik terus. Tukang bakso malah memberikan rekomendasi tiap lebaran dilarang mudik, biar omsetnya besar,” kata dia sambil tertawa.

Namun sejatinya dia berharap pandemi ini segera usai. Dengan begitu, kondisi pelaku UMKM seperti dirinya bisa kembali pulih seutuhnya. Aris