JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Catatan Pahit Hari Buruh 2021, Serikat Pekerja Karanganyar Sebut UU Tenaga Kerja Bikin Buruh Makin Menderita. Pesangon Dipangkas, Uang Pensiun Menyusut, BPJS Tak Dapat hingga Masa Kontrak Makin Seenaknya!

Ilustrasi demo buruh soal UMK. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kalangan buruh menilai kehidupan para pekerja saat ini masih banyak menderita dan dirugikan oleh kebijakan perusahaan yang cenderung mengabaikan hak-hak buruh.

Hal itu terungkap dalam refleksi hari buruh internasional tanggal 1 Mei 2021 hari ini. Tidak ada aksi, namun para pekerja di wilayah Solo Raya memilih melakukan dialog dan sarasehan dengan pengusaha yang diwakili Apindo serta pemerintah daerah setempat.

Ketua Koalisi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Karanganyar Hariyanto kepada wartawan mengatakan pada peringatan hari buruh tahun ini, buruh tetap menyoroti UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinilai sangat merugikan para pekerja.

Baca Juga :  Dorong Pencarian Bibit Unggul Calon Atlet, MPC PP Karanganyar Gelar Turnamen Badminton Tingkat Kabupaten

Dalam UU tersebut, menurutnya terjadi degradasi terhadap para pekerja. Di mana, banyak ketentuan terkait kepentingan pekerja yang dirubah.

Advertisement

Hariyanto mencontohkan, uang pesangon mengalami pengurangan,uang pensiun yang sebelumnya sebanyak 32 kali gaji menjadi 25 kali gaji.

Hilangnya uang penghargaan masa kerja sebanyak 15 persen, serta masa kontrak yang sebelumnya 2 tahun dan dapat diperpanjang 1 tahun, menjadi masa kontrak selama 5 tahun.

Baca Juga :  Buktikan Keberpihakannya  Pada UMKM, MPC Pemuda Pancasila Karanganyar Jajan di Warung PKL Senilai Rp 20 Juta

“Ini jelas sangat merugikan para pekerja. Kami hanya ingin menegaskan bahwa para pekerja ini adalah aset dan bukan musuh. Berikan hak mereka sesuai dengan aturan yang berlaku. Di hari buruh ini, saya juga berpesan kepada kawan-kawan pekerja agar tetap semangat,” paparnya, Sabtu (1/5/2021).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua