JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Anak Terlibat Kasus Pembunuhan Sate Beracun yang Tewaskan Bocah, Keluarga Hanya Bisa Pasrah

Ilustrasi mayat. Pixabay

MAJALENGKA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pelaku pembunuhan dengan modus sate beracun yang menewaskan seorang anak pengemudi Ojek Online (Ojol) di Bantul, sudah berhasil diamankan oleh polisi.

Tersangka adalah seorang perempuan asal Majalengka, Jawa Barat berinisial NA (24).

Ditemui di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, ayah NA, Maman (45) mengaku baru mengetahui kasus tersebut siang kemarin melalui media online.

Sebelumnya, ia sama sekali tidak mengetahui bahwa anaknya akan terlibat dalam kasus pembunuhan.

“Pasti kaget, tidak menyangka. Baru siang ini tahu dari sosmed,” ujar Maman kepada Tribun, Senin (3/5/2021).

Ayah tiga anak itu menyatakan, sebelum adanya informasi penangkapan terhadap anaknya, NA sempat pulang ke kediamannya di Desa Buniwangi.

Bahkan, sebelum memasuki bulan puasa tahun ini, anaknya juga pulang ke rumah.

Baca Juga :  Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun di Kasus Kerumunan Petamburan

“Baru ketemu awal puasa ini. Di rumah selama 3 hari lalu berangkat lagi. Setiap tahun juga pulang,” ucapnya.

Namun, selama di rumah, sambung Maman, anaknya tersebut cenderung berdiam diri.

Tak ada cerita-cerita terkait kesehariannya selama bekerja di Yogyakarta maupun kisah asmaranya.

“Orangnya mah baik tapi memang pendiam. Di rumah aja kemarin diam saja, tidak cerita-cerita,” jelas dia.

Ia pun hanya pasrah dengan hukum yang menjerat anaknya tersebut dengan berharap, ada keringanan hukuman.

Seperti diketahui, NA merupakan perempuan asal Majalengka, Jawa Barat. Dia diringkus di kediamannya, Potorono, Banguntapan, Bantul pada Jumat (30/4/2021) lalu usai diduga terlibat dalam kasus kematian Naba Faiz, Minggu (24/4/2021) silam.

Naba Faiz, warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY meninggal dunia usai mengonsumsi sate beserta bumbu yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman, Minggu (25/4/2021).

Baca Juga :  Menko Airlangga: Masyarakat Yang Tak Mudik Layak Disebut Pahlawan

Sang ayah yang berprofesi sebagai pengemudi ojol itu memperoleh makanan tersebut dari seseorang bernama Tomi di Kasihan, Bantul, yang menolak kiriman sate bumbu tersebut.

Tomi yang berada di luar kota meminta agar sate tersebut diberikan kepada Bandiman melalui istrinya yang sedang di rumah.

Bandiman sendiri sebelumnya diminta mengirimkan paket itu dari seorang perempuan tak dikenal yang ditemuinya di salah satu masjid sekitaran Stadion Mandala Krida, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu.

Si perempuan memesan jasa pengiriman secara manual atau tanpa melalui aplikasi.

Perempuan misterius tersebut juga sempat menyampaikan kepada Bandiman, bahwa paket itu merupakan makanan takjil.

Sosok pengirimnya, menurut sang perempuan, adalah ‘Hamid dari Pakualaman’.

www.tribunnews.com