JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Karbohidrat, Mulain Mudah Tersinggung sampai Sulit Tidur

Ilustrasi kesulitan tidur. pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tetapi sejak populernya diet keto, karbohidrat mendapat citra yang buruk dalam beberapa tahun terakhir.

Nutrisi ini disebut salah satu penyebab kenaikan berat badan. Efek dari hal itu, banyak yang tak ingin memakannya hingga akhirnya kekurangan karbohidrat.

Karbohidrat sendiri memiliki dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidart kompleks.

Karbohidrat sederhana seperti makanan yang dibuat dengan tepung putih atau gula tambahan serta kompleks seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Karbohidrat sederhana dicerna lebih cepat dan bisa menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih besar, sedangkan karbohidrat kompleks diserap lebih lambat dan umumnya memiliki efek yang lebih rendah pada kadar gula darah.

Baca Juga :  Pertolongan Pertama ketika Tersengat Tawon, Apa Saja?

Karbohidrat sederhana adalah jenis yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, peradangan, kelelahan, perubahan suasana hati, dan penyakit kronis, kata ahli diet Nichole Dandrea-Russert, penulis The Fiber Effect: Stop Counting Calories and Start Counting Fiber for Better Health, kepada Livestrong.com.

Sebaliknya, karbohidrat kompleks yang tinggi serat dapat membantu manajemen berat badan, menurunkan peradangan dan meningkatkan kesehatan jangka panjang, katanya.

Itulah sebabnya menghindari karbohidrat mungkin memiliki efek hilir pada kesehatan dalam jangka panjang. Sebelum terjadi, kenali tanda bahwa tubuh kekurangan karbohidrat.

Baca Juga :  Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sakit Tenggorokan

1. Pencernaan tidak lancar

Makanan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran (termasuk sayuran bertepung) menyediakan serat yang menjaga sistem pencernaan Anda tetap bergerak untuk menjaga pergerakan usus agar buang air besar lebih teratur.

“Kekurangan serat juga telah dikaitkan dengan sindrom iritasi usus besar (IBS). Faktanya, banyak ahli perawatan kesehatan merekomendasikan serat untuk mencegah atau meredakan gejala IBS,” kata Dandrea-Russert.

Gejala IBS termasuk kram perut, kembung dan sembelit dan / atau diare, menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional A.S.

2. Selalu kelaparan

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com