JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewaskan Petani Iwan Supardi, Kawat Setrum Jebakan Tikus di Sawah Ngrampal Langsung Dibredel. Terungkap Ternyata Saklar Lupa Dimatikan

Tim Polsek Ngrampal saat melakukan olah TKP di sawah lokasi korban kesetrum jebakan tikus. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polsek Ngrampal Sragen langsung sigap bergerak melakukan pembersihan kawat setrum jebakan tikus yang menewaskan Iwan Supardi (61) petani di Desa Kebonromo, Ngrampal, Kamis (13/5/2021).

Semua jaringan kawat di sawah milik korban langsung dibredel dan digulung semua. Total ada sekitar 10 meter kawat yang dipasang mengelilingi sawah itu diamankan.

“Kemarin begitu kejadian, kawat perangkap tikus yang dialiri listrik di sawah korban, langsung kita bredel. Kawatnya kita amankan,” papar Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto mewakili Kapolres, kepada Joglosenarnews.com, Jumat (14/5/2021).

Kapolsek menyampaikan pembredelan itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian itu terulang.

Menurutnya pemasangan juga tidak dibenarkan karena sangat membahayakan keselamatan pemilik sawah maupun orang lain.

Pelepasan setrum jebakan tikus itu dilakukan karena Pemkab juga sudah melarang dan meminta agar semua jebakan tikus berlistrik dibersihkan.

“Sebenarnya sosialisasi sudah sering dan terus kami lakukan. Tapi faktanya masih ada petani yang nekat memasang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan pihaknya tak memungkiri bahwa fenomena hama tikus dan setrum jebakan tikus ibarat dua sisi yang dilematis.

Baca Juga :  Ngeri, Begini Kronologi Masuknya Covid-19 Klaster Kudus ke Sragen yang Jangkiti 18 Warga Positif dan Renggut 1 Nyawa. Ternyata Berawal dari Njagong, Besan dan Anaknya Lalu Meninggal

Satu sisi, petani mungkin masih berfikir pintas bahwa cara itu dianggap paling efektif menyelamatkan tanamannya. Namun di sisi lain, pemasangan setrum jebakan tikus sangat berbahaya dan dilarang secara aturan.

“Korban kemarin itu untungnya yang memasang dan pemilik sawahnya sendiri. Coba kalau ternyata yang kena orang lain, kan bisa jadi masalah. Kemarin dari pihak keluarga juga sudah menerima sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” terang Kapolsek.

Atas kejadian itu, pihaknya kembali mengingatkan dan menekankan agar petani segera menghentikan pemasangan setrum jebakan tikus.

Pihaknya juga akan kembali berkoordinasi dengan Muspika dan Babinkamtibmas di semua desa.

Nantinya mereka akan bergerak bersama melakukan sosialisasi dan penertiban kembali apabila masih ada setrum jebakan tikus di sawah.

“Kasus ini kan nggak sekali dua kali. Karena kadang kebanyakan lupa mematikan aliran listrik itu yang berbahaya. Seperti kasus kemarin itu juga kemungkinan lupa mematikan sampai siang sehingga malah mencelakakan,” tukasnya.

Baca Juga :  Waspada, 3 Sekolah di Sragen Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19. Ada yang Hanya Gara-Gara Selfie, Total 54 Guru dan Karyawan Positif, Berikut Daftar Sekolahnya!

petani paruh baya asal Dukuh Ngampunan RT 22, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, bernama Iwan Supardi (61) ditemukan meregang nyawa akibat kesetrum jebakan tikus.

Petani malang itu ditemukan tergeletak di sawahnya dengan indikasi tersengat listrik jebakan tikus yang dipasang mengelilingi sawahnya.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika selesai salat Idul Fitri, sekira pukul 08.00 WIB korban berpamitan kepada anaknya yang bernama Marsya Maulia untuk pergi ke sawah.

Korban pamit sebentar ke sawah dengan mengendarai sepeda motor. Setelah ditunggu& tunggu sampai pukul 10.30 WIB, korban juga belum kembali ke rumah atau pulang.

“Karena korban belum pulang ke rumah, istri korban Sugiyem (57) berusaha mencari ke area persawahan yang berjarak kurang lebih 2 Kilometer dari rumah. Setiba di sawah, ia sudah mendapati suaminya sudah meninggal dalam posisi terlentang dan tangan kiri terjerat kawat yang dialiri arus listrik untuk jebakan hama tikus sawah,” papar Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (13/5/2021). Wardoyo

[sharethis-reaction-buttons]