JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Mendaftar Haji 2010, Ditunda Berkali-kali Sampai Saat Ini, Tukang Tambal Ban Asal Boyolali Ini Hanya Bisa Pasrah. Meski Usianya Pupus Belum Berhaji, Ia Tetap Bahagia

Anantono Anak Ragil (59) / Foto: Waskita
PPDB
PPDB
PPDB

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jamaah calon haji Indonesia dipastikan tak bisa berangkat ke tanah suci tahun ini. Kondisi tersebut hanya disambut dengan rasa pasrah oleh jamaah yang gagal berangkat.

Salah satu jamaah calon haji dari Indonesia yang kembali batal berhaji tahun ini adalah Anantono Anak Ragil (59) asal Dukuh Kembangsari, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, yang berprofesi sebagai tukang tambal ban.

Anantono mengaku sudah mendaftar haji pada tahun 2010, dengan biaya pada saat itu masih sebesar Rp 25.500.000 melalui Bank Mandiri Syariah.

Informasi berangkat dari Kemenag Kabupaten saat adalah menunggu enam tahun.

Kira-kira tahun 2016 berangkat. Tapi ternyata mundur lagi, mundur lagi, akhirnya saya pasrah.

Tahun 2019, dia mendengar kabar akan diberangkatkan tahun 2020. Dia pun sempat merasa tenang dan persiapan manasik haji.

Ternyata keberangkatan ibadah hajinya harus tertunda lagi akibat adanya pandemi Covid-19.

Setelah bersabar satu tahun dan berharap tahun ini dapat berangkat haji, ternyata keinginan Anantono itu harus kembali terpupus karena pemerintah mengumumkan bahwa ibadah haji tahun ini kembali ditunda.

“Saya hanya menerima dengan qana’ah saja, saya hanya pasrahkan kepada Allah saja. Ya mudah-mudahan sekalipun tahun ini dipending lagi, sekalipun umur sudah tidak ada, insyaAllah niatan saya sudah dicatat oleh Allah sebagai haji yang mabrur tanpa ada ritual ibadah haji,” ungkapnya. Waskita