SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen menyatakan sudah menyanggupi permintaan warga untuk perbaikan pengelolaan sampah dan limbah tinja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan Gesi.

Selain itu, permintaan kompensasi memang baru sekali diberikan dalam bentuk sembako kepada 300 warga sekitar TPA.

Hal itu disampaikan Kepala DLH Kabupaten Sragen, Samsuri, Selasa (27/7/2021). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan memang ada beberapa perwakilan Ketua RT di Tanggan yang menghadap DLH untuk menyampaikan aspirasi.

Menurutnya beberapa permintaan sudah dan akan disanggupi dalam tahun ini. Samsuri mengatakan untuk perbaikan pengelolaan limbah tinja, nantinya akan dilakukan revitalisasi dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Advertisement
Baca Juga :  Dilaporkan Polisi, Bupati Sragen Tegaskan Tak Gentar. Ini Imbauannya ke Warga dan Pihak-Pihak yang Terendus Ingin Ambil Keuntungan!

Instalasi itu ditargetkan bisa dibangun tahun ini dengan anggaran perubahan. Namun soal anggarannya, saat ini masih dalam pengajuan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bupati.

“Kemarin dari teman-teman RT sudah ke LH dan sudah kita sanggupi untuk tahun ini di APBD Perubahan. Nantinya kita lakukan revitalisasi dengan IPLT terus nanti juga ada pembangunan talud saluran tinja, kita buatkan sumur sama mesin penyedot lumpur tinja. Sudah kita usulkan ke Bupati dan TAPD,” paparnya.

Baca Juga :  Penasaran, Ini Daftar Lengkap 18 Pengacara Sragen yang Melaporkan Bupati ke Polres. Ada Nama Soimah Juga

Samsuri menguraikan pembangunan IPLT dan revitalisasi memang sangat mendesak. Pasalnya kondisi TPA Tanggan memang sudah overload dan perlu perbaikan.

Soal estimasi anggaran, ia belum bisa menyampaikan. Yang jelas, menurutnya usulan sudah diajukan ke TAPD dan Bupati.

Lebih lanjut, Samsuri menyampaikan secara bertahap Pemkab melalui DLH akan mengupayakan untuk memenuhi aspirasi warga.

Termasuk soal kompensasi, juga sudah diberikan dalam bentuk paket sembako meski baru satu kali. Terkait tuntutan warga agar ada kompensasi perbaikan gizi setiap bulan, nantinya akan dikaji lebih lanjut.

Halaman:   1 2 Semua