JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kondisi Membaik Namun Masih Fluktuatif, PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 9 Agustus 2021

Airlangga Hartarto / Istimewa


SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah sangat mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan kebijakan PPKM yang telah dilakukan beberapa kali.

Sejumlah indikator sudah menunjukkan perbaikan, namun menurut Airlangga, kondisi ini masih belum sampai pada tahap yang aman untuk langsung mencabut pembatasan mobilitas atau kegiatan masyarakat.

Airlangga menjelaskan, pemberlakuan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus kemarin, memang sudah membuahkan hasil, namun dalam skala yang belum maksimal.

“Perbaikan di skala nasional mulai terlihat, misalnya dalam hal konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan persentase Bed Occupancy Rate (BOR),” beber Airlangga Hartarto, sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Advertisement

Dijelaskan, selama periode PPKM 26 Juli hingga 2 Agustus, rata-rata harian indikator pengendalian Covid-19 di tingkat nasional mengalami perbaikan dibandingkan pada PPKM periode sebelumnya (21-25 Juli 2021). Rinciannya sebagai berikut:

Baca Juga :  Keren, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Masuk Top 10 Bandara Terbaik Prokes se-Asia Tenggara. Ini Indikatornya!

 

Periode 21-25 JuliPeriode 26 Juli – 2 Agustus
Rata-rata konfirmasi kasus harian 

43.289 kasus

 

37.037 kasus

Tingkat Kasus Aktif18,38%16,41%
Tingkat Kesembuhan79,01%80,86%
Positivity-Rate26,27%24,66%
Rata-rata BOR s.d. 1 Agustus 2021 

71,26%

 

64,06%

 

Tabel tersebut secara umum menunjukkan adanya perbaikan. Hanya saja, situasi yang saat ini dihadapi masih sangat dinamis dan indikator ini masih fluktuatif.

Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kebijakan penanganan pandemi Covid-19 bertumpu pada tiga pilar utama yaitu, pertama, kecepatan vaksinasi terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi.

Kedua, penerapan 3M yang masif di seluruh komponen masyarakat, dan ketiga, testing, tracing dan treatment (3T) secara masif.

“Pemerintah juga akan fokus menjaga BOR, menambah fasilitas isolasi terpusat, serta menjamin ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen,” lanjut Airlangga, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.

Halaman:   1 2 Semua