JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

ARB Solo Temui DPRD, Persoalkan Penangkapan 10 Mahasiswa UNS dan Gaji Anggota Dewan

ARB saat beraudiensi dengan DPRD Kota Solo. Foto: istimewa

 

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM —Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Solo masih mempersoalkan penangkapan 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang ditangkap polisi saat melakukan unjuk rasa membentangkan poster memprotes Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika melakukan kunjungan ke Kampus  UNS belum lama ini.

Hal itu disampaikan ARB saat beraudiensi dengan pimpinan DPRD Surakarta, Senin (20/9/2022) di Gedung DPRD Solo. Wakil dari ARB Solo Raya yaitu  Usman Amirodin, Tresno Subagyo, Zainal Abidin dan Lilik Paryanto ditemui dua Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto (PKS) dan Taufiqurrachman (Partai Golkar).

Baca Juga :  Cuaca Hari Ini: Jawa Tengah Diperkirakan Mulai Hujan, Solo Sekitarnya Hujan Ringan di Siang dan Malam Hari

Kedatangan ARB ini untuk menindaklanjuti surat yang mereka kirimkan ke pimpinan dewan pada 1 September 2021 lalu tentang berbagai hal yang berhubungan dengan fungsi, peran dan tugas serta kinerja dewan.

Advertisement

Namun dalam kesempatan audiensi itu, mereka juga menanyakan tentang hal-hal aktual lainnya seperti penangkapan 10 mahasiswa UNS Surakarta saat membentangkan poster di saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kampus UNS. Mereka juga mempertanyakan fasilitas (gaji dan lain-lain) yang diterima dewan.

Saat audiensi, Usman Amirodin antara lain menanyakan peran wakil rakyat bila ada permasalahan seperti penangkapan 10 mahasiswa UNS saat kunjungan Presiden RI, lalu soal selisih harga bantuan sosial (Bansos) yang diterima  masyarakat sampai kisaran Rp 37.000. “Bagaimana kelanjutan soal penangkapan 10 mahasiswa saat unjuk rasa di UNS yang ditangkap aparat Polresta Surakarta?,” katanya.

Baca Juga :  Diintimidasi hingga Diancam Konten Porno, Belasan Korban Pinjol Ilegal Laporan ke Satreskrim Polresta Solo

Sedangkan Tresno Subagyo menanyakan tentang besaran gaji dan anggaran kegiatan anggota dewan. Banyak sorotan yang diarahkan terhadap kinerja anggota dewan saat ini yang jauh dari harapan masyarakat sementara mereak menerima penghasilan dari rakyat.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua