JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gila, Mantan Kapolsek di Sragen Terungkap Sempat Minta Besel Rp 4 M dari Wakil Ketua DPR untuk Tutup Status Tersangka. Deal Rp 3 M, Uang Diserahkan di Rumah Dinas

Mantan Kapolsek Gemolong Sragen, AKP Stefanus Robin Pattuju (berompi oranye) yang jadi penyidik KPK dan menjadi tersangka kasus korupsi suap ketika ditahan KPK. Foto/Tribunnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus korupsi bermodus pemerasan dan suap yang menyeret mantan Kapolsek Gemolong Sragen sekaligus eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju terus menguak fakta mencengangkan.

Dalam berkas dakwaan yang sudah naik ke sidang di PN Jakarta, salah satu aliran uang suap yang diterima Robin dari Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin, ternyata mencapai Rp 3 miliar.

Sebelumnya, Azis mematok tarif Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar sebagai kompensasi agar tidak menetapkan Aziz dan rekannya, Aliza Gunadi sebagai tersangka.

Baca Juga :  Naik Motor Sambil Gojekan, 2 Pemuda Terkapar Gasak Avanza di Pilangsari Sragen. Yang Depan Patah dan Tak Sadar, yang Belakang Patah Kaki

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan menyatakan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado memberikan duit Rp 3 miliar dan US$ 36.000 kepada AKP Robin.

Advertisement

Uang besel miliaran itu diberikan agar Robin membantu mengurus perkara Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah yang ditengarai menyeret nama Azis dan Aliza.

“Untuk mengurus perkara yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado di KPK, terdakwa dan Maskur Husain telah menerima sekitar Rp 3.099.887 dan US$ 36 ribu,” kata jaksa KPK Lie Putra Setiawan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,13 September 2021 kemarin.

Baca Juga :  Perhatian, Mulai Besok Buat KTP, KK dan Urus Izin Apapun di Sragen Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Lie mengatakan setelah mendapatkan permintaan dari Azis, Robin berdiskusi dengan Maskur Husain pada Agustus 2020.

Akhirnya mereka bersedia mengurus perkara yang melibatkan Azis dan Aliza, yakni penyelidikan korupsi di Lampung Tengah.

Mereka mematok tarif Rp 2 miliar untuk masing-masing orang. Azis setuju dan menyerahkan uang muka Rp 300 juta.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua