JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pantas Saja Tajir, Mantan Kapolsek di Sragen Disebut Selalu Bawa Tas Penuh Uang Tiap Pulang dari Rumah Wakil Ketua DPR. Totalnya Sampai Rp 11,5 Miliar Lho!

Ilustrasi tas penuh uang dolar. Insert AKP Robin Pattuju (Tempo.co)

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus korupsi bermodus pemerasan atau suap yang dilakukan Mantan Kapolsek Gemolong Sragen, AKP Stepanus Robin Pattuju ketika menjabat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menguak fakta menarik.

Dalam sidang lanjutan yang digelar Senin (20/9/2021) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, terungkap bahwa AKP Robin menyamarkan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin dengan isyarat Bapak Asuh.

Selain itu, Robin juga disebut kerap menyambangi kediaman Azis di Jalan Denpasar Jakarta untuk mengambil yang dalam tas atau goodie bag.

Setiap pulang dari kediaman Azis, Robin selalu membawa tas penuh uang dengan berbagai warga.

Diduga uang itu adalah yang rupiah dan dolar yang merupakan uang dari Azis sebagai kompensasi agar namanya tidak terseret sebagai tersangka atas kasus DAK Lampung.

Hal ini diungkap salah satu saksi Agus Susanto, rekan Robin, saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan tadi siang.

Sidang diawali dengan jaksa KPK yang bertanya pada Agus perihal kebenaran keterangan di BAP bahwa Agus kerap mengantarkan Robin.

Baca Juga :  Satu Bos Pengepul Anjing Asal Gemolong Ditangkap di Sukoharjo, Disnakkan Sragen Beri Apresiasi. Sebut Jumlah Pengepul Sudah Drop Separuh Lebih

“(Mengantar Robin) ke rumah, kediaman dari bapak asuh beliau dan ke lapas Tangerang,” kata Agus saat menjawab pertanyaan Jaksa KPK.

Agus mengkonfirmasi bahwa bapak asuh tersebut adalah Azis Syamsuddin. Menurut Agus, ia mengantarkan Robin bertemu dengan Azis sebanyak empat hingga lima kali pada medio 2020-2021.

Beberapa kali ia mengantar Robin langsung ke rumah Azis di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

Salah satunya, terjadi pada Agustus 2020. Saat itu dari PTIK, Agus mengantarkan Robin ke rumah Azis.

Agus sendiri mengaku selama mengantar Robin, dirinya tak ikut masuk ke dalam rumah dan menunggu di mobil. Hampir 15 menit Robin di dalam.

Saat kembali ke mobil, Agus menyebut Robin membawa kardus yang di dalamnya terdapat goodie bag warna hitam.

“Sepanjang jalan (pulang), beliau ada buka goodie bag, ternyata ada uang yang baru. Saya lihat waktu itu, ada uang warna hitam dan warna lain,” kata Agus dikutip Tempo.co.

Ia mengaku tak tahu mata uang yang ia lihat saat itu. Robin hanya menjelaskan uang itu untuk membantu perkara Azis. Uang kemudian ditukarkan ke money changer.

Baca Juga :  Malam-Malam Beraksi, Maling Bonsai Rame-Rame Dibekuk Warga di Sambirejo Sragen. Modusnya Bukan Modus Biasa

Agus juga mengkonfirmasi bahwa ia mengantarkan lagi Robin bertemu Azis pada Februari 2021.

Menurut Agus, saat itu, rumah Azis sedang menerima banyak tamu karena tengah ada rapat DPP Partai Golkar. Ia pun parkir di seberang jalan. Kali ini Robin ikut menemaninya.

Setelah beberapa saat, Robin ditelepon dan diminta masuk ke dalam rumah. Robin kembali ke mobil dengan membawa goodie bag. Kali ini berwarna cokelat. Mereka pun kembali membawa uang tersebut ke money changer.

Jaksa KPK kemudian membacakan BAP Agus yang menyebut bahwa menurut Robin, uang tersebut berasal dari Azis Syamsuddin.

“Untuk bantu pengurusan perkara saudari Rita Widyasari yang sedang ditahan di lapas wanita dan anak di Tangerang,” kata salah satu jaksa.

Sebelumnya, nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin diketahui muncul dalam dugaan suap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua