JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Vaksin Tak Jadi Syarat Pelajar Ikut PTM Terbatas, Siswa Harus Dapat Izin Orangtua

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka memberikan buku tulis kepada siswa saat meninjau PTM di TK Marsudirini Surakarta / Dok Sekolah


JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi di wilayah PPKM level I-III diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, Minggu (12/9/2021).

“Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah satuan pendidikan tersebut harus sudah masuk di wilayah PPKM level I sampai dengan III. Apalagi jika pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi, sekolah wajib menyediakan opsi tatap muka terbatas, juga memberi opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ),” terang Jumeri dikutip dari kanal Youtube Kemendikbud RI, Minggu (12/9/2021).

Jumeri mengatakan, saat ini vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan dosis ke-1 telah mencapai 60 persen dan untuk dosis kedua sudah di angka 40 persen.

Advertisement
Baca Juga :  Fakultas Ekonomi Unisri Gelar Kuliah Umum Pasar  Modal, Hadirkan Pembicara dari Bursa Efek Indonesia

“Atau dari 5,5 juta guru sudah 3,4 juta orang yang divaksinasi. Sedangkan untuk dosis kedua sudah sebanyak 40 persen dari jumlah guru,” ujar dia.

Hal Penting Adalah Izin Orangtua

Menurut Jumeri, setiap peserta didik yang akan mengikuti PTM terbatas harus mendapatkan izin dari orangtua. Siswa dapat tetap belajar dari rumah apabila orang tua belum mengizinkan karena berbagai alasan, termasuk jika memiliki penyakit bawaan. Mengajar dari rumah juga boleh dilakukan oleh guru yang memiliki komorbid.

Hal tersebut dia sampaikan pada Silaturahmi Merdeka Belajar episode 6: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Kesiapan Pemerintah Daerah pada Kamis (9/9/2021) lalu.

Pada kesempatan itu, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, prioritas vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan tetap berjalan.

Baca Juga :  PSW Unisri dan PKPPA Universitas PGRI Semarang Launching Book Chapter Dinamika Masyarakat di Masa Pandemi

Pihaknya, kata dia, selalu mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah provinsi, kabupaten, kota, untuk segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mempercepat vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan.

“Jadi kita dorong untuk menunjang upaya kita dalam melakukan pembelajaran tatap muka,” kata dia.

Terkait adanya informasi tentang kewajiban vaksinasi peserta didik sebelum melakukan PTM terbatas, Nadia mengatakan, proses PTM terbatas mengacu pada surat keputusan bersama empat menteri yang pernah diluncurkan sebelumnya.

Dengan begitu, tidak ada syarat seorang murid ataupun siswa harus divaksinasi dulu untuk bisa mengikuti PTM.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua